Jumat, 26 Desember 2014

Yang Ngambek Siapa?

Masih bingung sampe sekarang, kayaknya kalo Keda ngambek (atau cemburu.... cie...cie) senengnya belanjain aku ya? Hahahaha

Jadi ceritanya begini, setelah hampir gak ke mana-mana dua bulan, aku sering banyak nuntutnya, pengen diajak jalan-jalan. Seperti biasa, hari Minggu, Keda datengnya lebih cepat ke rumahku, udah dari siang di rumah. Sebenernya gak pengen ke rumah aja sih tapi sambilan ke bengkel Vespa depan rumah juga sih.

Trus kita pacaran unyu-unyuan gitu di rumah abis itu ke bengkel lagi abis itu ke rumah lagi (begitu aja terus sampe bengkelnya tutup), karena lain dan suatu hal, kita ribut kecil. Aku sih yang salah, hehehe

Malemnya Keda kelaperan, tadinya dia minta dimasakin indomi, ternyata mama juga lagi mau masak buat papa yang lagi ngidam makan ikan pake lalapan. Sekalian aja deh masaknya. Gak jadi masak indomi, kita makan yang lebih enak hari ini. Hahahah.. 

Nah, biar anteng Keda aku kasi laptopku buat nonton film, laptop zaman kuliah yang udah gak pernah kupake lagi.

Makanan udah selesai, ternyata ada Nanda juga, temannya. Trus aku disindir Keda...

"aku tadi liat film bagus,  pemerannya kamu"

aku mikir keras, aku bikin film apa kok mukanya masam begitu.....

"film yang mana yang?" aku masih bingung

Dia tidak menjawab, namun beberapa saat kemudian aku ingat akan video anniv tak seberapa dengan mantanku dulu yang lupa kuhapus. Alamak!!!

Siap boss, ngaku salah boss. Dia mengaku tak enak hati dan cemburu, aku meminta maaf atas kekhilafanku membiarkannya melihat masa laluku yang bahkan aku sendiri enggan mengingatnya.

Setelah usai makan, kami berjalan-jalan keliling kota mengademkan hati.

"Yuk, beli sandal," alih-alih di tengah perjalanan dia berhenti di toko sepatu

Memang tiga hari yang lalu, sendalku putus dan dia berjanji membelikan gantinya meski aku bersikeras menolak dia memaksa dengan manis hingga akhirnya sampai kami di toko sepatu pada malam itu. Aku sudah tidak bisa mengelak, mau tak mau harus turun, daripada diliatin orang. 

Di toko sepatu kami sempat bikin keributan, hahaha,

"yang murah aja sayang" 

"jangan, yang mahal aja" katanya

"yang murah aja, sama aja buatku, cepat rusak juga nanti yang"

Kali ini dia mengalah, dan menyetujui logikaku.

"wah ini murah banget!!! Ambil dua aja yang"

"satu aja  yang"

"dua"

"satu"

Persis kayak iklan KB dan kami diliatin mbak-mbak penjaga tokonya.

"Oke, dua mbak, yang ini juga satu" katanya  sambil menunjuk salah satu sandal lainnya sama penjaga tokonya.

itu di sudut kakki nyempil

Oke, aku luluh, dalam hati sudah berbunga-bunga bukan masalah harganya, bukan masalah bendanya yang dia berikan tapi tentang dia yang selalu berusaha membuat aku bahagia dengan cara apapun. 

Makasih ya sayang.

Aku pulang dengan bahagia, dalam hati yang berbunga-bunga dan wajah yang senyum-senyum.

"Yang ngambek siapa, yang dibeliin sandal siapa" batinku




Tidak ada komentar:

Posting Komentar