Senin, 13 Oktober 2014

Teman Vs Pacar

...adalah dua hal yang tidak bisa disatukan, salah satunya mesti terabaikan atau malah terjadi permusuhan di antara keduanya. Hari ini adalah saat di mana aku lepas kendali dan tidak tau harus berbuat apa selain menuliskannya di sini.

Keduanya adalah bagian yang penting dari hidupku, mengisi warna-warna di hidupku. Awalnya aku pikir aku merasa beruntung bisa memiliki keduanya, pacar dan sahabat (bahkan keluarga) di saat yang bersamaan tetapi semua hanya sementara, saat semuanya semakin indah maka semakin banyak yang tak suka.

Jadi begini, aku dimusuhi oleh teman-temanku karena aku terlalu dekat dengan pacarku, sedangkan pacarku memusuhi teman-temanku karena menurutnya mereka sudah berlaku tidak adil padaku.

Semuanya baik-baik saja di awal, pacar dan teman-temanku dapat saling berdampingan, sampai akhirnya pacarku mulai mengerti bahwa aku sering dibohongi oleh teman-temanku yang memainkan drama untuk menutupi kebohongan-kebohongan mereka. Posisinya selalu aku yang dirugikan.

Permasalahan dimula karena enggan bersamaku dan Keda ke Sabang karena kami tidak "sejenis".  Padahal aku tidak pernah mempermasalahkan mereka seperti apa, eh malah kenapa menyisihkan yang normal.

Aku merasa wajar jika saat ini aku jauh lebih dekat dengan pacarku karena aku tak lagi nyaman berteman dengan mereka. Aku lebih banyak bercerita dan menghabiskan waktu dengan pacarku. Mungkin teman-temanku semakin cemburu melihat tingkah kami.

Hingga pada akhirnya keadaan semakin memuncak ketika temanku memintaku untuk ikut campur dengan masalah yang berkaitan dengan uang pinjaman yang dipinjam oleh temannya Keda. Aku dianggap tidak setia kawan, hanya karena tidak mau melabrak, aku dianggap teman yang cuma tau senangnya saja, namun bahkan ketika aku susah pun, mereka entah di mana dan aku juga tidak pernah berharap.

Percuma, mereka akan sulit mebantu, toh selama ini aku susah dan senang, aku tanggung sendiri, kenapa baru sekarang membawa-bawa alasan atas nama pertemanan?

Aku dijauhi sejak mulai saat itu, lain lagi cerita salah satu temanku yang mencoba melaga aku dengan pacarku dengan kabar yang tidak baik tapi bohong. Aku semakin tidak nyaman berteman dengan mereka dan berniat untuk menjauhkan diri.

Dan ternyata untuk membalas sikapku mereka berteman dengan mantan pacar dari pacarku. Aku dianggap musuh dan dikatakan sombong. Aku bosan dan tidak peduli lagi.

Saat ini, aku hanya bersyukur. Setiap kali teman-temanku berteman dengan orang yang lebih buruk (memberikan dampak buruk), Tuhan selalu punya cara untuk menjauhkan aku dari lingkaran yang tidak sehat seperti itu.

Hal yang serupa juga terjadi pada Keda, semenjak kami berpacaran. Dia juga semakin jauh dengan temannya hanya karena hidup kami yang lebih baik tidak lagi mengikuti gaya gaya hidup anak muda zaman sekarang.

lagipula, ini sudah saatnya kami sudah untuk berubah, untuk menjadi yang lebih baik untuk masa depan yang baik. Jadi, jika harus memilih, tiada sesal di hatiku sama sekali atas keputusan meninggalkan dunia yang merugikan diri sendiri itu, karena untuk segala harapan dan cita-cita kami bersama di hari yang akan datang, Keda pantas untuk dipilih dan dipertahankan.

2 komentar: