Senin, 13 Oktober 2014

Papaku (Bukan) Pengacara

Tulisan ini dibuat karena rasa bangga kepada papa saya yang bukan seorang pengacara. Papa adalah hanya lulusan Hukum salah satu universitas negeri di Sumatera Utara. Dia menolak untuk menjadi pengacara, notaris atau apapun yang berhubungan dengan hukum di Indonesia. Dia mengakhiri segalanya yang berkaitan dengan hukum sejak diwisuda, yang bahkan hingga saat ini ijazah lulusan sarjana hukum itu tidak pernah diambil.

Yang bersisa hanyalah foto wisuda yang menggantung di dinding rumah sebagai tanda bahwa papa pernah mengemban bangku kuliahan di universitas negeri. Papa butuh waktu 9 tahun untuk menyelesaikan gelar sarjananya. Bukan karena tidak sanggup menyelesaikannya tepat waktu, papa meninggalkan status mahasiswanya beberapa saat (bercuti) sesaat setelah praktek di pengadilan, dia membanting setir mencari peruntungan di bidang lain sebagai wiraswasta..

Papa kecewa menyaksikan dan menjadi bagian dari praktek hukum di Indonesia. Dia selalu bilang...

"Yang benar saja harus bayar, apalagi yang salah..."

Awalnya pun papa enggan menyelesaikan kuliahnya. Tapi opa yang saat itu sedang di penghujung akhir hidupnya mengatakan keinginanya yang ingin melihat papa segera diwisuda. Beberapa saat setelah kematian opa, papa segera menamatkan kuliahnya.... dengan terpaksa.

Papa bukanlah orang yang tidak berbakat di dunia hukum, cuma prinsipnya mengenai kejujuran membuatku selalu bangga padanya. Papa orang yang lihai berbicara, kelihaiannya mempengaruhi orang lain hingga saat ini membutikan padaku bahwa hingga saat ini papa mengerti betul akan hukum-hukum di Indonesia.

Beberapa kali usaha papa dan urusan-urusan lainnya di keluarga coba dijatuhkan orang melalui jalur hukum dapat diselesaikan sendiri dengan jalan yang benar. Papa juga dengan senang hati membantu orang-orang yang berkonsultasi mengenai hukum kepada orang-orang yang buta hukum.

Papa tetap menjadi panutanku, karena dia selalu meberi nasihat untuk jujurlah dalam bekerja.

I love you, Papa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar