Selasa, 01 Juli 2014

Dewa Siwa, Dewi Sati & Dewi Parwati



Om Swatiastu.

Belakangan ini saya sedang tergila-gila dengan serial asal India berjudul asli Devon Ke Dev... Mahadev (Lord of the Lords... Mahadev). Di Indonesia sendiri sinetron ini berjudul Mahadewa tayang di ANTV setiap Senin-Sabtu.

Bagi saya. serial ini bermakna luar biasa dan memberikan berbagai pelajaran penting dalam hidup. Meski tidak mengikuti mulai dari episode pertamanya, sejak mengenal serial ini, saya langsung tertarik. Serial yang menceritakan tentang mythology Hindu dari India  yang berkisah mengenai para dewa khususnya Dewa Siwa (Shiva).

Awalnya saya setia menanti setiap kelanjutan per episode-nya di tv, tapi lama-lama rasa ingin tahu saya kepada Mahadewa semakin mendalam hingga membawa saya ke penelusuran lebih lanjut di dunia maya. Ternyata, sinetron ini sudah mulai tayang di tahun 2011 dan masih berlangsung hingga sekarang. Saat ini episodenya sudah mencapai 700 episode versi LifeOk (27/06/2014)

Demam Mahadewa saya terbawa ke semua orang yang ada di rumah. Meski serial ini sirat akan ajaran agama Hindu tapi beruntung keluarga saya (yang menganut agama islam) bisa menerima dengan pikiran terbuka dan menghargai ajaran lain sebagai sesama umat beragama. Dari dulu saya memang mengagumi ajaran Agama Hindu. Dari yan terlihat, agama ini banyak mengajarkan kedamaian, ketenangan dan pribadi yang santun.

Saat ini saya sudah menyelesaikan setengah perjalanan dari serial ini. Di awal cerita lebih berkisah tentang perjuangan percintaan untuk bersatunya Dewa Siwa dengan Adhi Sakti (yaitu Dewi Sati kemudian bereinkarnasi menjadi Dewi Parwati). Sakti yang dimaksud adalah setengah bagian dari Dewa yang berperan untuk membantu mengemban tugas.

Serial ini juga menceritakan tentang peran Trimurti; Brahma (Dewa Pencipta), Wisnu (Dewa Pemelihara) dan Siwa (Dewa Pelebur) dalam menjaga keseimbangan dunia. Dewa Siwa dianggap mempunyai peran lebih tinggi dan ditakuti di antara Trimurti ini. Dewa yang sangat pemaaf ini mampu menghancurkan dunia sesuai kehendaknya dan memiliki kemampuan yang berbeda-beda di dalam dirinya. Jadi wajar, jika Dewa Siwa memiliki banyak nama dan panggilan di daerah tertentu.

Siwa juga terkenal sebagai master of yogi dan mengajarkan peleburan dosa melalui meditasi dan reinkarnasi. Dalam segi penampilan, Siwalah yang paling sederhana dan tinggal di dalam hutan, sedangkan Brahma yang tinggal di atas awan dan Wisnu tinggal di perairan berpakaian lebih layak. Siwa tidak memiliki aturan khusus dalam hidup selain kembali ke alam, dan dua Dewa lainnya jelas memiliki aturan-aturan penting yang menjadi pedoman manusia hingga saat ini.

Dalam Hindu, secara keseluruhan tunduk kepada Trimurti yang menngacu kepada Brahman (Tuhan) mereka, tidak ada yang tidak layak untuk tidak disembah. Ketiga Dewa memiliki posisi yang sama sebagai penyelaras dunia. Meski demikian Siwa adalah penguasa tiga waktu, masa lalu, masa kini dan masa depan. 

Cerita dimulai saat Siwa menolak untuk bersatu dengan Adhi Saktinya di mula pembentukan zaman oleh Brahma. Dewa Siwa memilih sendiri dan tenggelam dalam damainya meditasi untuk mengurus kepentingan umat manusia. Karena penolakan tersebut, Adhi Sakti dari Dewa Siwa kemudian memilih berbentuk sebagai manusia yang dikenal sebagai Sati.

Sati adalah anak dari Prajapati Daksa yang merupakan anak dari Dewa Brahma sendiri. Pertemuan yang tidak siap dan cinta yang belum layak dari Sati menimbulkan banyak masalah untuk bersatu. Termasuk penolakan dari ayah ati, Prajapati Daksa yang sejak awal sudah membenci Siwa dan tidak menganggap Siwa sebagai dewa dan malah menanggap Siwa sebagai gelandangan.

Berbagai konflik dan peperangan terjadi akibat permusuhan dari Prajapati Daksa dan Siwa terutama setelah Sati yang mengetahui bahwa dirinya adalah Sakti dari Siwa. Sati yang belum layak dan bersikeras dengan egonya ingin segera menikah dan memiliki Dewa Siwa.

Mouni Roy as Devi Sati

Pernikahan terjadi secara terpaksa. Ayah Sati yang masih ingin Sati menikah dengan orang lain akhirnya membuat syembara karena sebelumnya tak ada satupun yang hendak dan berani melamar Sati sebab kabar Sati adalah Sakti dari Siwa telah tersebar luas. Sati menikah dengan Siwa sebagai pemenang syembara dan ayahnya tetap tidak menganggap pernikahan tersebut hingga Dewa Brahma dan Dewa Wisnu datang untuk murka kepadanya.

Sati yang belum layak dan masih mementingkan hal-hal duniawi menjadi hambatan untuk rumah tangga mereka. Setelah beberapa waktu tinggal di Kailash, Sati yang diajarkan untuk bermeditasi dan mencapai Adhi Saktinya malah memikirkan tentang ritual api terakhir ayahnya namun hanya dirinya dan Siwa tidak diundang.

Merasa tak memerlukan undangan untuk mengunjungi rumah orang tuanya, Sati bersikeras untuk menghadiri acara tersebut dan mengajak Siwa ke sana. Dewa Siwa menolak untuk datang karena mereka satu-satunya yang tidak diundang. Sati menginginkan akhir dari permusuhan ini, hingga dia ingin meluruskan dan memohon kepada ayahnya nanti untuk mengundang Siwa.

Dewi Sati berangkat dengan Nandi (kerbau kendaraan Dewa Siwa), sesampainya di sana meski sudah ditolak untuk masuk ke dalam, Sati tetap masuk berkat belas kasihan penjaga pintu. Hari itu adalah akhir dari permusuhan anatara ayahnya dan Siwa.

Siwa mengetahui bahwa hari itu adalah bencana bagi semua umat. Karena tidak diundang dan terlanjur berjanji pada Sati untuk datang setelah sesuatu terjadi padanya, Siwa tak kuasa untuk mencegah hal itu terjadi. Di puncak perseteruan Sati dengan ayahnya, Sati mengorbankan dengan membakar diri di api ritual karena tidak tahan atas hinaan yang ditanggung oleh suaminya.

Sebelum membakar diri, Sati mengutuk siapapun yang hadir di acara ritual ayahnya menanggung dosa yang amat besar kepada Dewa Siwa termasuk Dewa Brahma dan Adhi Saktinya (Dewi Sarasati) juga Dewa Wisnu dan Adhi Saktinya Dewi Laksmi.

Dewa Siwa sangat murka atas meninggalnya Dewi Sati. Bumi tengah porak poranda dan Mahishasura (setan) yang dari awal ingin membunuh Sati bersuka cita. (Karena terlibat perjanjian dengan Dewa Siwa bahwa yang hanya dapat membunuhnya adalah anak dari Dewa Siwa). Ayah Sati, Prajapati Daksa dipenggal kepalanya di depan api ritual oleh Rudra (bentuk lain dari Dewa Siwa).

Dewa-Dewi lainnya merasa bersalah dan mengatur ntuk kelahran kembali dari Adhi Sakti milik Siwa dalam bentuk manusia lagi. Adhi Sakti tersebut dilahirkan sebagai putri dari keluarga Raja Himalaya dengan kondisi yang lebih siap dan layak. Putri tersebut bernama Parwati (Parvati/Uma/Durga).

Sementara itu Siwa berlarut dalam kesedihan di bentuk manusia dan mengembara keliling dunia.

Setelah terlahir ke dunia, seluruh dewa dan brahmana (sebagai penebus rasa bersalah) membantu kesiapan dan kelayakan Parwati untuk mengahadap dan mendampingi Dewa Siwa. Kelebihan Parwati sedari kecil adalah dapat melindungi dirinya sendiri.

Semuanya bejalan dengan lebih lancar jika dibandingan dengan kisah Dewa Siwa dan Dewi Sati. Parwati yang merupakan reinkarnasi dari Dewi Sati sudah mengetahui dirinya adalah istri dari Dewa Siwa sejak dia masih kecil.Dewi Sati dan Dewi Parwati adalah sama, hanya kesiapan dan kesabaran saja yang menjadi keunggulan Dewi Parwati, cinta dari bentuk Adhi Sakti ini hanya untuk Dewa Siwa saja.

Dewi Parwati menyiapkan dirinya bahkan menempuh peleburan dosa untuk menjadi layak bagi Dewa Siwa. Dengan menjalankan berbagai macam proses, pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua mereka juga dirayakan oleh semua umat Hindu sebaga hari yang berbahagia, Hari Maha Shivaratri.

Kelanjutan cerita ini menceritakan tentang anak-anak dari Dewa Siwa dan Dewi Parwati, salah satunya yaitu Ganesha yang saat ini menjadi Dewa yang paling banyak disembah di muka bumi karena simbolnya yang mencerminkan pengetahuan dan pelindung sastra. 

Untuk kisah lengkap dan selanjutnya tentang Dewa Siwa dan Dewa Parwati serial ini bisa di tonton langsung di websitenya atau saluran resmi milik LifeOk di Youtube. Selain itu, ada juga serial yang menceritakan tentang Ganesha di masa kecilnya, berjudul Katha Mahadev Putra Bal Ganesh Ki. 

Sonarika Bhadoria as Parvati



Nb: Tulisan ini dibuat semata hanya berdasar kepada ilmu pengetahuan saja, tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun. Jika tercantum ketidak-akuratan cerita, saya meminta maaf secara tulus.

99 komentar:

  1. Om Namah Shivaya
    Cerita Mahadewa sangat bagus sekali. Saya juga sering nonton acara ini.

    salam dari admin (ziuma)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir. Salam kembali ^^

      Hapus
    2. aku suka dech mahadev di antv a love mahadev

      Hapus
    3. min mw nanya ganesh itu anak angakt nya parwati atau ank kandung nya.?

      Hapus
    4. anak kandung cuy

      Hapus
    5. Diceritakan gak penciptaan dari ganesha... Bagaimana parwati membentuknya... Dan kenapa siwa memenggal kepala ganesha di serial ini

      Hapus
    6. jadi bosan ach,....ceritanya jadi tak berujung...kapan siwa dan parwati bersatu lagi....masa habis nikah, hanya karna parwati melakukan kesalahan kecil, dia harus lahir kembali a=jadi anak nelayan....kapan bahagia jadi suami istri.....

      Hapus
  2. suka sekali.... :)

    BalasHapus
  3. thanks buat info nya,,
    dari tadi saya keliling google mampir sana sini di blog orang krna penasaran sma film mahadewa,
    akhirnya hanya blog ini yang paling mantap :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Lai La. semoga info-nya membantu.

      Hapus
  4. thx infonya., saya jg sedang menggilai film ini. terlebih sudah suka dgn kisahnya terlebih dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Tary.v Semoga kisahnya menginspirasi kita semua. :)

      Hapus
  5. Jika LittLe Krishna Lebih menonjoLkan Krishna (Vishnu) maka Mahadev Lebih mengungguLkan Shiva...ntah capha yg paLing jago d antara kedua x namun dari beberapa aLiran Hinduisme Vishnu daLam haL ini Krishna d anggap sebagai manifestasi nyata n sempurna akan yg maha kuasa (Tuhan)..
    Lam kenaL aja yaww for everyone

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya tidak ada yang lebih unggul, namun tergantung pengikut ajaran para dewa mana yang lebih diterapkan dan disembah dari masing-masing individu yang menganut ajaran hindu. Tetapi ketiga dewa menganjurkan untuk menyembah, menghormati dan mengakui semua dewa.

      Hapus
  6. Jika LittLe Krishna Lebih menonjoLkan Krishna (Vishnu) maka Mahadev Lebih mengungguLkan Shiva...ntah capha yg paLing jago d antara kedua x namun dari beberapa aLiran Hinduisme Vishnu daLam haL ini Krishna d anggap sebagai manifestasi nyata n sempurna akan yg maha kuasa (Tuhan)..
    Lam kenaL aja yaww for everyone

    BalasHapus
  7. Hmmh... ntar yang jadi parwatinya bukan sati...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, karena Sati sudah bereinkarnasi menjadi Parwati yang merupakan anak dari Raja Himalaya.

      Hapus
  8. Ska bgt, tpi syg dewi sati meninggal, cba aja pemeran sati ma parwati sma y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, sudah pasti berbeda karena berasal dari keturunan yang berbeda.

      Hapus
  9. Akhirnya nemu juga ceritanya setelah sekian lama, tp syg kenapa yg jadi parwatinya beda? lebih cantik yg jadi sati :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Parwati juga cantik dan lebih tenang jika dibanding Sati. :)

      Hapus
    2. ya iyalah itukan perannya....tpi kisah cintanya adisakti yang menjadi manusia pertama yaitu sati lebih menyentuuuh...parwati tinggal menyempurnakanx saja..

      Hapus
  10. Thanks bgt jadi lebih tau ceritanya lebih detail dan jelas.

    BalasHapus
  11. Iaa. Cantikan yang jadi dewi sati daripada yang jd parvati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju tapi pemeran Parwati juga cantik kok. :p

      Hapus
  12. Iaa. Cantikan yang jadi dewi sati daripada yang jd parvati

    BalasHapus
  13. sya lebih suka jka reinkarnasi adhi sakti tetap sati agar chemistry yg di timbulkn tetap ok,,biasa y jka di ganti chemistry akan beda,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, Sati adalah keturunan dari Prajapati Daksa dan Parwati adalah keturunan dari Raja Himalaya sudah pasti pemeran adhi saktinya akan berbeda. tapi setelah menonton lebih lanjut baru akan berasa kok, Parwati akan menjiwai dirinya sebagai Adhi sakti dan sejatinya ia sama dengan Sati.

      Hapus
  14. sedikit kecewa setelah tau sati reinkarnasi dalam wujud dewi parwati.. saya lebih suka sama pemeran sati . dia luar biasa cantiknya.
    tapi yah sudahlah. biar bagaimanapun saya tetap jai fans berat kisah mahadewa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan kecewa, Sati akan tetap muncul di beberapa episode untuk membantu Parwati di masa kecil dalam proses pembentukan kesiapan Adhi Sakti bertemu dengan Dewa Siwa.

      Hapus
  15. Nanti dewi sati main lagi kok,http://www.tabloidbintang.com/articles/asia/bollywood/9730-ini-kata-pemeran-sati-soal-chemistry-dengan-siwa-mahadewa-yang-ciamik-spoiler-alert

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha terus dia meranin siapa? msa sati lagi,, bukannya sati udah mati.. trs reinkarnasi menjadi parvati, dan udah ada pemerannya juga. please beri pencerahan.. fans nya sati ini juga

      Hapus
    2. Sati akan tetap main untuk memerankan Sati seutuhnya, di beberapa episode dia muncul untuk membantu Dewa Siwa dan juga Dewi Parwati.

      Hapus
    3. baneran????mudh2an aj.bisa ngobatin kangen nich

      Hapus
  16. Aq jg sangat menggilai film..
    Kisahnya sangat menarik dan tersirat pesan positiv..^^
    Didukung dg aktor dan aktris yg pas_mantab...
    I Love it..

    BalasHapus
  17. Balasan
    1. Thanks, Nunik. Semoga menginspirasi.

      Hapus
  18. luar biasa. nilai ke-Tuhannya nampak sekai

    BalasHapus
  19. Ckup jelas ... Namun saya masih memiliki tanda tanya besar..... Agmna saya bukan hndu jd saya ingn sekedar tau sperti apa trimurti itu...
    Khrisna atau siwa yang sbnarnya (tuhan).. Krna dlm mahabharata pun krisna it sbgai maha alam smsta.?? Dg brbagai wujud... Tapi dlm mahadewa mengapa trimurti yang paling tinggi itu siwa.. Ksh jawabn dong gaes

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tri Murti merupakan tiga kekuatan Tuhan dalam menciptakan, memelihara dan melebur. Dewa Brahma sebagai pencipta, Dewa Wisnu Sebagai Pemelihara dan Dewa Siwa Sebagai Penghancur/Pelebur. Dewa Brahma disimbolkan oleh aksara A, Dewa Wisnu U dan Dewa Siwa M. AUM kemudian menjadi OM. Ketika menyebut OM berarti sudah menyebut Brahma, Wisnu dan Siwa.

      Hapus
    2. Ketiga dewa ini memiliki kedudukan yang sama dalam konsep Trimurti, ketiganya juga adalah manifestasi dari Tuhan (Brahman). Umat Hindu biasanya menyembah salah satu dari mereka tetapi harus tetap mengakui dewa-dewa lainnya. Siwa adalah yang paling ditakuti karena memiliki sifat pelebur dan penghancur.

      Hapus
    3. Ketiganya sama dalam struktur kedewaannya, namun perannya yang lebih banyak membedakan. Sebagai sifat pelebur itulah yang paling berkesan bagi manusia, Karena dampak peleburan tidak beda dengan penghancuran. Itulah kesannya sehingga manusia lebih takut kepada Dewa Syiwa. Itu pendapatku.

      Hapus
  20. iya memang film nya bagus,namun saya lebih suka pemeran dewi sati dibandingkan pemeran dewi parwati..dikarenakan lebih cantik.
    tetapi saya tetap menyukai film mahadewa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Parwati juga cantik dan anggun kok :)

      Hapus
  21. sati,, mounay roy,,, kamu cantik banget... mestinya klu reinkarnasi disamain aja pemerannya.. ga apa2.. ( obat kangen ke sati )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sati nya nanti main lagi kok, meski tidak terlalu sering muncul.

      Hapus
  22. Saya juga cinta sama Sati.. kenapa pemerannya kudu diganti ? T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena Sati dan Parwati berasal dari keturunan yang berbeda. :)

      Hapus
  23. Thanks ya ats infonya ttg mahadewa

    BalasHapus
  24. ikha fitriani23 Juli 2014 15.01

    udah suka banget ama pemeran sati ( mounay roy ) di maha dewa,, tapi kok di ganti siiiiiihhhhhhh...... kecewa bgt...!!! :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang gtu jalan crtanya,

      Hapus
    2. hehe, Parwati nya juga baik kok bahkan lebih imut-imut menurut saya. :))

      Hapus
  25. Dear Mbak Sabrina Utami,
    Saya sangat senang membaca ceritera anda, terus terang saya juga amat suka menonton serial Mahadewa terutama yang menyangkut etika, dan filsafatnya yang universal sama seperti senangnya saya menonton ceramah, serial di TV dari tokoh-tokoh Umat Agama lain yang memberikan pencerahan dan filsafat kehidupan secara universal, saya percaya dan amat yakin bahwa semua tempat adalah sekolah dan semua orang adalah guru, tempat belajar dan menerima ilmu pengetahuan daris egala penjuru, sebab ilmu pengetahuan itu amat luas dan dalam seperti lautan dan tidak terbatas, karena itu kita mesti belajar dengan siapapun...sehingga kedamaian dunia bisa tercapai. Semoga sehat dan sukses selalu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih sekali Bli Wayan sudah mampir.
      Mohon dikoreksi jika ada yang kurang akurat. :)

      Hapus
  26. ada yg tau biar bsa nnton di youtube lgsung ada subtitle indonesianya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo yang subtitle Indonesia biasanya ANTV yang upload tapi episodenya sesuai dengan yang ditayangkan di TV.

      Hapus
  27. Smenjak ada kisah mahadewa n' mahabarata d'tv,q jdi lbih sering buka" artikel d'web.
    Menggabungkan alur kisah nyata zaman dulu dr awal kisah para dewa sampai k'masyarakat umum n' d'akhiri dg kisah perang mahabarata.

    BalasHapus
  28. Saya juga suka cari cari kisahnya diweb. Jadi tergila gila dengan film mahadewa karna pemeran dewa shiwa nya yang super ganteng dan dewi sati yang sangat cantik. Mereka berdua sangat cocok. Tapi sayang pemeran dewi parwati bukan pemeran dari dewi sati hehe

    BalasHapus
  29. Serrrruuuuuuuuuuuuuuuuu ....

    BalasHapus
  30. Dewi sati itu cuantik sekaliii...aq tergila2 sm yg jd dewi satii....hihihihi

    BalasHapus
  31. Sy sangat mengagumi pemeran dewi parwati....cantik skl

    BalasHapus
  32. Aku juga suka sama sinetron Mahadewa ini, ini yg favorit setelah Mahabarata . Pemeran siwa dan wisnu nya juga cakep . Sukak :-D

    BalasHapus
  33. anda di atas menulis bahwa Siwa menolak untuk bersatu dengan Adhi Saktinya di mula pembentukan zaman oleh Brahma. Dewa Siwa memilih sendiri dan tenggelam dalam damainya meditasi untuk mengurus kepentingan umat manusia Karena penolakan tersebut, Adhi Sakti dari Dewa Siwa kemudian memilih berbentuk sebagai manusia yang dikenal sebagai Sati.sepengetahuan saya pada awalnya dewa siwa dan dewi adhisakti di pisahkan demi alam semesta lalu dewi adhisakti lahir sebagai sati anak prajapati dakhsa karena prajapati dakhsa bertapa dan memohon pada dewi adhisakti agar lahir sebagai anaknya yaitu sati.saya bisa berkomentar seperti itu karena saya menonton mahadewa dan dewa brahma atau dewa wisnu [maaf saya sedikit lupa siapa yang mengatakan itu tapi seingat saya antara dewa brahma dan dewa wisnu] mengatakan hal seperti itu{dewa siwa dan dewi adhisakti di pisahkan demi alam semesta}maaf kalau komentar saya salah dan tidak benar saya tidak begitu paham dengan agama hindhu karena saya beragama islam saya mengetahui ini dari film mahadewa dan salah satu akun yang membahas tentang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haii aku jg penggemar serial india diantv mulai dari mahabaratha smp mahadewa..jujur klo ak lebih suka parwati yg skrg karna wajahnya lebih india dibanding sati dr parwati mulai lahir ak sudah gak sabar nggu dia dewasa..dan akhirnya sangat menggembirakan cantik sekali parwati..cm agak sedih karna perannya juga tidak lama karna akan diganti juga..salam kenal yaa sabrina :)

      Hapus
    2. Saya menemukan website http://m.kompasiana.com/post/read/660042/3/film-mahadewa-dewi-parvati-inkarnasi-dewi-sati.html

      Di situ dijelaskan fakta lain mengenai mengapa adhisakti dilahirkan sbg anak dr adhipati daksa. Dan sumbernya berasal dr salah satu kitab umat Hindu. Tapi saya juga kurang tahu mana yg tepat.

      Hapus
  34. senang dengan ceritanya mahadewa. tapi sayang dewi satinya diganti menjadi dewi parwati dan nantinya dewi parwati akan diganti juga. mendingg nanti diganti lagi jadi dewi sati dari prajapati daksa yang sekarang tdk lagi menyimpan rasa angkuh di dalam hatinya dan menjadikan dewi sati layak dan sempurnah untuk mahadewa/siwa

    BalasHapus
  35. Kenapa banyak yg blg lebik cantik sati?menurut saya cantik itu relatif,dan parwati jauh terlihat lebih anggun dan lebih cantik dari mouni roy.btw sangat menarik ceritanya,gila bgt ni ibunya parwati kok seperti prajapati dhaksa mengulangi kesalahan yg sama,yaitu sama2 membenci siwa,saya tau setiap ayah & ibu pasti ingin membahagiakan anaknya,tp bagaimanapun harus memikirkan perasaan anaknya.

    BalasHapus
  36. Wajah pemeran Dewi Parwati wajah dan hidungnya sesuai orang india serta anggun dan teduh.. kalau wajah pemeran Dewi Sati sih spt org Indonesia. Cantik yg mana, dilihat saja saat tidak bermakeup.

    BalasHapus
  37. Thank u infonya. Lagi penasarn ttg anak dewi parwati karena kutukan yg diterima. Film ini memang luar biasa, kata2 dan pesan2nya sangat dalam dan bagus.

    BalasHapus
  38. aku suka cerita maha dewa lucu menarik membuat aku gembira = it is debes

    BalasHapus
  39. thx ea, blog'a membantu banget tpi kok tdk d lajutin ceritannya. Penasaran banget sma cerita selanjut'a, walau sedih tdk dpt liat Mouni Roy as Sati.

    By :: Luh Gde Suaryani

    BalasHapus
  40. Saya jg suka ceritanya,, walaupun kami sekeluarga orng islam tp kami smua suka nOnton kisah maha dewa, karna tdk ada larangan orng islam gak blh nonton kisah yg menonjolkan agama hindu ataupun sebalik'ny... KRN AGAMAKU UNTKU. Agamamu untkmu.. SALAM DAMAI KRN DAMAI ITU INDAH

    BalasHapus
  41. .hmmm critax bguss
    .tapi gara" yg jdi sati ganti parwati jdi mls liat ...
    .parwati gbsa mextu sma filmx ..
    .gbsa bikin penonton nangis .. Kyag satii ..

    BalasHapus
  42. Diceritakan gak penciptaan dari ganesha... Bagaimana parwati membentuknya... Dan kenapa siwa memenggal kepala ganesha di serial ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa dewa siwa memenggal kepala Ganesha atau Vinayaka diceritakan mas di kisah ini. Kalau mau cari di youtube ketik "Vinayaka death" - - cuma bahasa india - -

      Hapus
  43. Sy ingin komen tntang kebuntuan hub dewa dewa besar dan dewa dewa kecil. .lantas sp Tuhan itu? Sp yg paling hebat dan berkuasa? Apakah Wisnu? Siwa? Atau Brahma? Atau Ganesha? Atau sanggah surya? Atau kemulan? Baik. . mudah saja. .mari kita bw Aplikasix di dalam struktur negara kita. Bila kita menyebut Pemerintah maka bgaimanakah bentuk pemerintah itu? Siapa yg paling berkuasa? Siapakah yg layak disebut pemerintah? Apakah Lurah? Bukankah camat jg pemerintah. .pak RT jg pemerintah. .DPR juga. .MK juga. .MPR jg iya. .apalg presiden. .polisi. .tentara. .PNS semua pemerintah. . .semua adalah pemerintah. .dan di indonesia hy ada 1 pemerintah. .yaitu "pemerintah Indonesia". .3 pilar besar pemerintah indonesia adalah MPR, MK, Presiden,. .DPR dan anggotax adalah ibarat para dewa di nirwana yg dikepalai oleh Dewa Indra( begitulah kurang lebihx). . hanya ada satu Tuhan yaitu Klo di Hindu disebut Brahman. Masihkah ada pertanyaan sp yg berhak disebut Tuhan didalam kerajaan Tuhan ini?. Sering kita liat MPR dan MK dan Presiden dan kadang DPR bersitegang satu sama lain. .kadang mereka didalam menjalankan tugas kadangng berkelahi untuk tujuan kenegaraan .Nanti pemirsa juga hendakx jgn heran. .diserial mahadewa Wisnu dan Siwa sempat berkelahi lho. Salam damai

    BalasHapus
  44. Sy ingin komen tntang kebuntuan hub dewa dewa besar dan dewa dewa kecil. .lantas sp Tuhan itu? Sp yg paling hebat dan berkuasa? Apakah Wisnu? Siwa? Atau Brahma? Atau Ganesha? Atau sanggah surya? Atau kemulan? Baik. . mudah saja. .mari kita bw Aplikasix di dalam struktur negara kita. Bila kita menyebut Pemerintah maka bgaimanakah bentuk pemerintah itu? Siapa yg paling berkuasa? Siapakah yg layak disebut pemerintah? Apakah Lurah? Bukankah camat jg pemerintah. .pak RT jg pemerintah. .DPR juga. .MK juga. .MPR jg iya. .apalg presiden. .polisi. .tentara. .PNS semua pemerintah. . .semua adalah pemerintah. .dan di indonesia hy ada 1 pemerintah. .yaitu "pemerintah Indonesia". .3 pilar besar pemerintah indonesia adalah MPR, MK, Presiden,. .DPR dan anggotax adalah ibarat para dewa di nirwana yg dikepalai oleh Dewa Indra( begitulah kurang lebihx). . hanya ada satu Tuhan yaitu Klo di Hindu disebut Brahman. Masihkah ada pertanyaan sp yg berhak disebut Tuhan didalam kerajaan Tuhan ini?. Sering kita liat MPR dan MK dan Presiden dan kadang DPR bersitegang satu sama lain. .kadang mereka didalam menjalankan tugas kadangng berkelahi untuk tujuan kenegaraan .Nanti pemirsa juga hendakx jgn heran. .diserial mahadewa Wisnu dan Siwa sempat berkelahi lho. Salam damai

    BalasHapus
  45. Ap bnr jtanya yang mnhdi parwati akn d gnti

    BalasHapus
  46. Tlg dunk klo ksih cerita yg jlz biar Jαиƍαη bingung

    BalasHapus
  47. sebenarnya mahadewa dan parwati itu punya anak berapa sih?

    BalasHapus
  48. mantap sukses buat serial mahadewa nya ,cerita luar biar menyatu dalam jiwa.

    BalasHapus
  49. ada yang tahu gak hubungan antara Ucapan OM Namah Siwaya dengan salah satu panca aksara Na Ma Si Wa Ya ?

    BalasHapus
  50. Salam,
    Kali ini gw sudah nonton sampai di episode Mahadev (Shiva) akan menggunakan wujud Pashupatinath untuk melawan Raja Arunasur yg sebelumnya di kalahkan oleh Boothnath(wujud rambut gimbal Shiva), dan kali ini BrahmaDev memberikan anugerah kepada Arunasur "tak dapat di bunuh oleh manusia juga dewa baik berkaki satu, dua, tiga, empat.., tidak dapat d bunuh di langit juga bumi, & hanya bisa terbunuh di wilayah kerajaannya.., dan tidak dapat d bunuh oleh siapapun terkecuali Raja Arunasur sendiri yang mengundangnya bertempur di wilayah kerajaannya. Krn lg kerja, gw larang keras sampai ke ortu gw utk putar episode selanjutnya sebelum gw plg kerja, tapi yg gw feeling, kalau Pashupatinath tidak membunuh Arunasur, berarti Sri Wishnu yg melepaskan cakra nya untuk membunuh Arunasur. Krn Cakra tidak berkaki, juga bukan manusia / dewa. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dari ceritanya sepertinya yang membunuh raja itu adalah dewa wisnu. Dalam wujud beliau sebagai Narasinga Awatara. Narasinga Awatara berwujud manusia berkepala singa membunuh Hiranyakashipu. yang membunuh bukan manusia, hewan, dewa = manusia berkepala singa. tidak dibunuh siang dan malam hari = dibunuh perbatasan siang dan malam. Tidak didarat dan diudara=dibunuh dipangkuan Narasinga. Tidak menggunakan senjata melainkan dengan kuku. Jadi dicari perbatasan-perbatasannya.

      Hapus
  51. Terima kasih ANTv yg telah menayangkan film ini, jadi mau buka channel TV ini, sebelumnya jarang

    BalasHapus
  52. Jadi tuhan yg jd manusia itu wisnu atau yesus siih

    BalasHapus
  53. Ramai sekali di sini!
    Aku jadi belajar juga!

    BalasHapus
  54. Makasi.. jd nambh pengetahuan tntg film mahadewa

    BalasHapus
  55. Mbak Sabrina Utami, terima kasih banyak atas info blog nya ya... Dan terima kasih banyak atas keterbukaan hati Mbak Sabrina untuk memahami hikayat ini, yang bukan berasal dari agama yang Mbak tekuni. Saya sendiri memang orang Bali dengan KTP Hindu, tapi saya juga menekuni tradisi Buddhist untuk meditasi, tradisi Celtic, tradisi Sufi, dll, sehingga saya lebih merasa saya orang yang berusaha jadi spiritual, instead of ber-KTP Hindu. But anyway... dari dulu saya cinta berat sama Lord Shiva, salah satunya karena cinta-Nya yang begitu besar kepada Shakti (dalam bentuk Sati dan Parvati). Selain itu Shiva-ji merupakan master of dance (karenanya disebut juga sebagai Nataraj) dan master of yoga – dan karena saya suka nari dan suka yoga, makanya saya cucok kali dengan Shiva-ji.

    Serial Mahadewa ini juga saya sangat suka karena bisa mengupas sisi Shiva yang lebih mudah dicerna oleh pemahaman manusia tanpa meninggalkan sisi ke-Ilahian-Nya. Tentunya ada banyak hikayat di tradisi atau agama lain yang sama juga membangkitkan cinta kita akan Ilahi... tapi saya sungguh berterima kasih karena ANTV memuat cerita Mahadewa ini (walo subtitle bhs Indonesia nya suka ngawur...). Dan sekali lagi saya berterima kasih atas pemahaman Mbak. Saya sempat membaca posting-posting di social media yang menyatakan karena Shiva adalah dewa orang Hindu (sebenarnya kata ‘dewa’ pun kurang luas; lebih tepatnya adalah ‘personifikasi Tuhan’)... maka jangan terlalu larut dalam serial Mahadewa dan melupakan agama sendiri. Saya sempat berkerut dahi dan mengurut dada... karena kayaknya tujuan ANTV dll untuk menayangkan Mahadewa bukan untuk mengubah agama orang lain deh...Tapi ya... mungkin baru sampai di situlah pemahaman mereka, saya mau bilang apa...

    Justru bagi saya, yang paling penting adalah kemampuan kita untuk mengapresiasi nilai-nilai universal sebuah hikayat, sekalipun hikayat tersebut tidak berasal dari tradisi/agama kita. Hati Mbak Sabrina yang seluas samudera ini dapat memahami hal tersebut. Untuk itu saya sangat berterima kasih. Assalamualaikum, peace be upon you... dan mengutip sebuah kata Sanskrit, Namaste (yang artinya: saya bersujud pada Cahaya Ilahi di dalam diri Mbak, yang juga ada dalam diri saya).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Icha, terima kasih juga atas komentarnya yang menyegarkan, bener tuh sekarang kan tergantung pribadi masing-masing untuk mencerna perbedaan itu seperti apa, berada pada satu titik bukan berarti tidak membuka diri untuk hal-hal lainnya bukan? Berbeda bukan berarti harus membenci apalagi sampai memusuhi. Kamu sangat menginspirasi, senangnya bebrbagi dengan orang yang bisa berpikiran terbuka. sekali lagi terima kasih.

      Hapus