Selasa, 24 Juni 2014

Anaknya Untungan


Kalau kata temenku, aku anaknya untungan...

Begitulah kira-kira, meski gak sering-sering banget tapi terkadang aku bisa menang kuis, memprediksi kemenangan, ditawarin tiket gratis, dibayarin makan, ada aja rezekinya, Alhamdulillah... bahkan terkadang bisa dapet hadiah tiba-tiba.

Percaya atau tidak, dalam beberapa hal aku juga selalu mendapatkan urutan pertama/kedua atau urutan terakhir ketika mencabut nomor atau kepentingan lainnya. Tidak pernah di tengah-tengah.
Masih bersyukur walaupun gak semuanya yang aku inginkan bisa didapatkan dengan mudah. Makanya aku paling males bersaing dalam hal apapun itu, contohnya;

1. Aku gak pernah ikut SNMPTN waktu tamat SMA kemaren.
2. Aku gak pernah ikut tes kerja dengan peminat ribuan orang, alhamdulillah ada aja yang nawarin.
3. Kalau pacarku selingkuh yang kulakukan cuma bisa pasrah. Hahaha.

Jadi sebenarnya bukan karena takut kalah (salah satu faktornya juga sih) tapi masalah melihat kesempatan menang itu berapa persen atau kalahnya berapa persen. Yang paling aku hindari adalah rasa kecewa, kalau ternyata usaha maksimal berbuah kecewa ya buat apa?

Karena dulu pernah waktu tes masuk UI melalui jalur UMB pertama kalinya dan gagal, aku ikhlas, logika dan hatiku juga legowo, tapi malah badan yang gak terima, di malam yang sama dengan pengumuman itu juga aku sakit panas turun panas turun sampai tes UI yang ke-dua kalinya.

Alhamdulillah masuk dan sakitnya berangsur reda setelah itu.

Masalah cinta ya, hmmm... ya sebenernya bukan gak mau diperjuangkan juga sih tapi terkadang kalo pacar udah punya indikasi selingkuh sana sini mendingan gak usah deh, kita hidup kan mau cari damai bukan mau cari masalah.

Ya kalau selingkuh ya diikhlasin aja, putus baik-baik dan jangan mau balikan lagi. Biarin aja dia hidup bahagia dengan selingkuhannya gitu. Ambil deh ambil... karma does exists.

eh ini cerita jadi merembet kemana-mana hahahaha

Padahal tadinya mau cerita aku dapet paket dari Viva Cosmetic karena mendaftar iseng sebagai exclusive member di websitenya, gak tau bakal dapet paket kayak gini.

Tapi asli seneng banget, sesimple dan sekecil ini aja udah bikin aku bahagia luar biasa. Paket yang berisi masker, milk cleanser, face tonic, hand body, face cleanser, kartu anggota dan memo. Banyak....

Berbeda dari yang sebelumnya saat Ponds juga mengirimkan hanya sample sabun cuci muka ke Kisaran. 
Tapi itu juga udah seneng banget banget karena aku sampai sekarang masih bingung bagaimana mereka menemukan alamatku yang di sini.

Anw, terima kasih buat marketing-marketing luar biasa, you guys did a great job. I'm a very satisfied customer. Makin setia deh aku pake sabun cuci muka dari Ponds dan pembersih wajah dari Viva.

Love.


Nami

Senin, 23 Juni 2014

Pusat Pakaian Bekas: Monza

Menepati janji aku akan membahas tentang Monza yang sebelumnya pernah dibahas pada tulisan sebelum ini yang bercerita tentang pengurusan paspor di Tanjung Balai. Bagaimana aku saat itu dalam keadaan terdesak dan uang pas-pasan harus membeli rok di bawah lutut agar diizinkan masuk ke dalam kantor imigrasi karena tidak mungkin pulang dengan tangan kosong.

Monza adalah barang atau pakaian bekas yang dijual dan dibeli dengan harga yang sangat murah mulai dari 2.000 hingga 200.000 tergantung kualitasnya. Berhubung yang dijual adalah barang impor dari negara-negara Asia lainnya sepert Vietnam, Thailand, Korea atau Jepang tidak jarang kita bisa mendapatkan barang bekas bermerek dengan harga jutaan di toko asalkan kita jeli melihat dan memilihnya.

Barang yang diperjualbelikan berupa segala jenis pakaian untuk semua umur, kain, bantal, selimut, boneka, sprei, sepatu, tas bahkan pakaian dalam. Pasar yang awal mulanya hanya ditemukan di Tanjung Balai saja atau biasa disebut dengan Pasar TPO menjadi tumpuan kemajuan perekonomian masyarakat sekitar yang berjualan pakaian bekas.

Jangan membayangkan TPO sebagai pusat perbelanjaan layaknya Mall, kondisinya sama dengan pasar tradisional, kering kerontang saat panas dan becek saat hujan. Namun, semua usaha akan terbayar jika kamu menemukan barang-barang lucu dengan harga gak wajar (murahnya).

Buat yang senang 'belanja impulsive' dan 'belanja ah nanti suatu saat pasti perlu kok' bakalan khilaf di tempat ini pasar yang semuanya berisi kios-kios berjualan monza. Aku contohnya meski bekali-kali diingatkan papa agar tidak menambah sampah di rumah aku tetap pulang tidak dengan tangan kosong meskipun itu cuma baju sepotong.

Aku pernah membeli baju kaos seharga 10.000 dapat 5 dengan kondisi ya lumayan buat pakai di rumah untuk sekadar santai tapi kaos kualitas premium pada umumnya dibandrol sepotong 10.000-20.000, kemeja 25.000-35.000. Aku juga pernah membeli celana jeans pendek dengan harga 5.000 dan 15.000 dapat 2, kondisinya masih bagus semua tergantung kejelian kita saja dan biasanya celana jika tidak obral bisa mencapai 25.000-50.000 baik panjang atau pendek.

Bagian yang paling seru adalah mengubrak-abrik obralan bersama pemburu-pemburu monza lainnya.

Bisnis monza ini sudah dari dulu melagenda dan dulunya juga pernah terhenti pada tahun 2002 dan mulai muncul lagi di 2012 dan kembali bersinar di 2014. Bahkan saat ini,  tepat di belakang rumahku (di Kisaran) penjual monza-monza sudah mulai menjamur dan ramai setiap hari.

Mungkin beberapa orang ada yang kurang sreg dengan pakaian bekas tapi buat saya tidak masalah toh buat dipakai sehari-hari juga, aku menyiasatinya dengan merendam dengan air panas sebelum dicuci lalu dicuci dengan detergen dan pewangi.

Karena sekarang monza semakin dekat, setiap ada kesempatan aku akan berkeluyuran di belakang rumah memilah-milih, bedanya kualitas di Kisaran jauh lebih bagus dan harganya juga sedikit lebih mahal. Aku bisa mendapat dress yang benar-benar masih bagus dengan 25.000 dan rok yang masih bagus 10.000. Adikku juga pernah membeli jersey asli dengan 15.000 dan baju baseball asli masi bercap belum pernah dipakai dengan 25.000. Gila!

Buat yang masih bingung. Sistemnya begini...

Penjual mendapatkan barang bekas dalam paketan yang dibeli dari pemasok, setiap paket berbungkus plastik goni besar berisikan 100 -300 potong pakaian dengan harga yang bervariasi setiap paketnya mulai dari 1.500.000 - 5.000.000 semakin bagus isinya semakin mahal paket atau biasa disebut dengan BAL.

Baju-baju itu dipilih oleh penjual terutama yang bagus-bagus untuk dijual dengan harga lebih tinggi dan selebihnya dijual dengan cara obral. Kisaran yang semakin ramai dengan penjual monza ternyata memberi dampak pendapatan yang signifikan terhadap penjual baju-baju baru tentang berkurangnya pembeli. 

Tapi, ya mau bagaimana lagi... sebagai pecinta monza aku ingin mereka tetap selalu ada.:D


Tas 20.000 dan sepatu 30.000

Jumat, 13 Juni 2014

I Just Wanna Say Thanks


Sebulan lebih tidak menulis rasanya ada yang hilang, lagi-lagi karena urusan di dunia nyata lebih merepotkan dari biasanya sehingga hati dan pikiran sedang enggan menulis. Selain urusan percintaan yang menjadi bumbu-bumbu hidup tentunya anak-anak muridku di tempat les mengalihkan perhatianku.

Guyonan khas anak-anak, teriakan, tangisan, aduan, kemanjaan dan ketulusan hati  mereka membuat hidupku jauh lebih berwarna. Bahkan beberapa waktu yang lalu, murid-muridku di kelas terendah usia (5-7 tahun) bertanya padaku,

"miss kalau aku naik kelas gurunya tetap miss kan?"

Aku menjawab "tergantung, bisa jadi miss, bisa tidak"

Lalu dia membalas lagi, "wah kalau begitu aku tinggal kelas aja deh miss, biar gurunya miss lagi"

Spontan aku kaget, antara senang dan sedih mendengarnya. Senang karena akhirnya anak-anak ini memiliki rasa keterikatan batin denganku, sedih karena sebenarnya pada saat itu aku sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan mengajar dan kembali ke Jakarta.

Aku tidak dapat berkata apa-apa selanjutnya. Namun sejak saat itu aku bertekad akan meluangkan waktu untuk tetap mengajar anak-anak nantinya.

Mungkin yang membaca postingan sebelum ini akan bertanya-tanya bagaimana akhirnya aku bisa diizinkan kembali ke Jakarta. Singkat cerita, aku menuruti semua keinginan Ibu untuk tidak berhubungan dengan D lagi dan aku ikhlas. Hehe.

Meski pada saat itu aku belum berpikiran untuk kembali dan lebih memilih menjalankan hidup seperti biasa, membantu orangtua di perusahaan mereka dan mendapat uang tambahan sebagai guru les. Aku rasa saat itu aku sudah cukup.

Tapi seseorang yang tidak terduga hadir dalam hidupku, seseorang dari masa lalu sekitar tiga tahun yang lalu yang tidak mempunyai kesempatan untuk saling mendekat. Dia lelaki yang baik dan lucu, semua orang mengakuinya. Dia terkenal karena beberapa kali mucul di tv.

Mungkin kalian pernah mendengar kutipan "pernahkah kamu bertemu seseorang dan sebentar saja dia telah mengubah duniamu" aku menemukannya pada dia. Entah setan apa rasa ingin kembali ke Jakarta semakin menggebu.

Ajaibnya, setelah beberapa kali membujuk, Ibu pun setuju.

Aku mempersiapkan segalanya dan menyelesaikan semua hal yang harus diselesaikan di sini termasuk masa depan perusahaan Bapak. Aku berencana berangkat sekitar akhir bulan Juni atau awal bulan Juli. Aku mulai sibuk mencari pekerjaan dan tempat tinggal lagi di Jakarta.

Tapi sebelum masa itu datang, hubungan kami memburuk, kami bahkan tidak berbicara satu sama lain atau mungkin bisa disebut saling membenci entah karena pengaruh hubungan jarak jauh dengan komunikasi yang tidak lancar yang sering kali menimbulkan salah paham entah juga karena memang masa kami sudah habis.

Tak satupun di antara kami yang mau mengalah. Masa pendekatan-pengejaran-pelepasan selama tiga tahun harus terkalahkan dengan komitmen yang hanya bertahan satu bulan saja. hahahaha.

Aku bisa saja menganggap bahwa dia mungkin adalah seseorang yang Tuhan kirimkan untuk mengubah hidupku untuk kembali mengejar mimpiku melalui dia.

Namun di satu sisi rasa benci dan permusuhan di antara kami menggangguku, rasanya lebih baik aku tidak mengetahui atau masuk ke kehidupannya sama sekali daripada berakhir seperti ini. Aku terkadang masih diam-diam merindu, mendoakan kesuksesannya meski aku akan terlalu berat menyapa dia nantinya

Tapi... untuk semua yang dia lakukan, untuk kembali menyemangatiku mengejar mimpiku...

Aku berhutang rasa terima kasih yang teramat besar kepadanya.





...meski tidak akan kusampaikan sekarang. :)