Rabu, 26 Februari 2014

Hello, Miss Nami!

Mengikuti jejaknya idolaku, inspirasiku, kakak angkatku, Zooey Deschanel yang jadi guru bahasa inggris di serial tv 'New Girl' aku menerima tawaran Anton, teman sepemikiran dan sesama pelaku kriminal yang tidak normal di kota kecil yang sumpek ini.

Anton menawariku menjadi guru di kursus bahasa inggris milik keluarganya kerena mereka sedang terdesak mencari ganti dari pekerja sebelumnya yang kabur karena married by accident. Tanpa pikir panjang, aku menyanggupi jadwal kerja Senin - Sabtu maksimal 3 jam sehari dengan gaji yang lumayan buat beli tiket pesawat untuk traveling.

Tentu saja kegiatan ini dilakukan setelah mengantongi izin setengah memaksa dari orangtua yang teteup... aja sulit memberiku izin untuk berkeliaran secara bebas. Sehari sebelum hari pertama aku mengajar, Mam Jenni, atasan sekaligus ibunya Anton memberikan aku arahan untuk mengajar............ Kindergarten.

Dasarnya, aku senang berada di lingkungan bersama anak-anak jadi pada awalnya semua kelihatan mudah dan lancar. Berbekal ilmu berinteraksi dengan anak-anak yang dulu aku dapatkan saat siaran acara "Sahabat Kecil" selama 9 tahun sejak aku berumur 5 tahun dan juga sesekali memandu acara ulang tahun anak hingga sekarang, aku pikir tidak akan ada masalah.

Hari pertama... hmmm, ternyata mengajar agak tidak seperti yang aku bayangkan, berhubung ini adalah pendidikan informal atau kursus, anak-anaknya bertingkah lebih brutal. Ada yang berlarian di dalam kelas, ada yang terjatuh dari kursinya, ada yang menangis, ada yang tertidur bahkan ada yang memegang boobs-ku saat berebut menjawab pertanyaan yang diiming-imingin voucher.

Setelah seminggu mengajar, aku bahkan langsung terserang sakit tenggorokan karena keseringan berteriak. Aku mengambil libur sehari di hari Senin, karena kondisi tubuhku semakin memburuk.

Sehari melewati mengajar kelas-kelas yang bandel tapi ngangenin itu membuatku tersadar bahwa aku mencintai pekerjaan ini. Aku merindukan panggilan Miss Nami yang mereka teriakan setiap semenit sekali, setiap mereka berkelahi dan setiap mereka mengalami kesulitan.

Meski pada awalnya aku tidak terlalu menyukai anak-anak bandel dan bahkan tidak mau belajar.

Tapi... hari ini...
Setelah aku masuk di jadwal kelas yang aku lewati Senin lalu, ternyata mereka pun juga merindukanku. Terlebih karena guru pengganti kelas mereka ternyata lebih galak dari aku, hingga membuat mereka kapok dan selalu mendengarkan setiap perintah dan tugasku hari ini.

Aku tersenyum puas, anak-anak mulai menurut tanpa aku harus berteriak agar mereka tidak ribut di kelas.

Bahkan di kelas terendah yang aku ajar (berisi anak-anak TK atau SD kelas 1) di tempat kursus tersebut, saat kami bermain mencari pasangan untuk dijadikan kelompok belajar... seorang anak laki-laki berlari dari tempat duduknya dan berteriak
 "Aku mau sama Miss Nami.. Aku mau sama Miss Nami" katanya berulang-ulang sambil memelukku.

Aku terharu dan aku sungguh sangat mencintai mereka.

Salah satu kelompok menulis 'ikan' saat disuruh menulis nama hewan dalam bahasa inggris

Rebbit untuk kelinci. Mereka menggemaskan!

Senin, 24 Februari 2014

I'm Back

Sepertinya udah setahun lebih blogku mati suri. Mungkin, kalo gak karena hape canggih masa kini yang sedang sekolah ke Arab, aku gak akan rebutan komputer sama adek-adekku yang durjana untuk mengakses internet. Punya hape canggih bukannya produktif eh... malah sibuk eksis di media sosial sana-sini. Maafkan ya. ;p

Setahun lebih berlalu, aku udah gak inget cerita apa aja yang terjadi pada diriku. Perubahan yang paling besar adalah tentang kepulanganku ke kampung halaman. Udah keren-keren tinggal di ibukota, punya kerjaan tapi teteup... harus ngalah sama keinginan orang tua. 

Yooo.. sopo suruh jadi anak wedok toh nduk? hiks

Tiap kali mau nulis di blog, selalu saja terkalahkan dengan "ah nanti aja deh sekalian banyak nulisnya." lalu aku unduh aplikasi blogger, tumblr, and... whatever... whatever di hp, ceritanya biar bisa nulis dari mana aja padahal... teteup... jangankan nulis, login aja dari mobile gak pernah.

Ngeliat blog sendiri rasanya pengen muntah. Aku ngerasa gak punya blog yang tampilannya sejelek kemaren. Bikin gak semangat nulis dan mendadak terserang kepanikan yang mengakibatkan amnesia.

Udah banyak juga orang yang aku bo'ongin. Bahkan temen seper-blogan udah nyindir, "itu Shah Rukh Khan gak di ganti-ganti, udah bosen bacanya" katanya ngomentari posting-an blog terakhir aku melalui twitter. Alhasil aku bikin perjanjian sama dia untuk bikin proyek menulis dengan tema berbeda setiap hari. Ya... cuma biar aku rajin nulis aja, tapi... teteup...

Aku membiarkannya menulis proyek itu sendirian. Sedangkan aku? Punya draft untuk tulisan hari pertama juga enggak, apalagi punya niat menyelesaikan seluruh proyeknya. Gak tau deh, temenku itu jadinya menyelesaikan seluruh tantangan tersebut atau enggak.Aku terlalu malu untuk menyapanya sekarang. Hahaha (Maafkan aku, Eaz...)

Si anak metal (yang udah gak metal lagi, sekarang udah jadi anak namaste gitu deh) Tria, juga udah nanya kapan si butet ini nulis lagi, biasanya aku juga suka gak mau kalah kalo dia nulis blog, partner sehobby sekopi ini konsisten menulisnya sedangkan aku... sudahlah.

Jadi intinya, setelah tepat setahun menjadi pengangguran sekaligus anak perempuan yang dituntut cepat menikah tapi gak boleh asal-asal memilih pasangan, tapi harus kaya, boleh gak kaya tapi harus sayang sama mama, taat agamanya, banyak usahanya, bla.. bla... bla... bikin anaknya jadi pengen nyanyi lumpuhkanlah ingatanku...

Tapi baru-baru ini aku punya siasat, biar gak ditanya lagi tentang si jodoh yang tak kunjung datang. Aku berdalih ingin kuliah lagi di............. Inggris. -_-

"ya kan keren ya ma, ntar temen-temen mama nanya kapan aku nikah, ya bilang aja, wah dia lagi sibuk banget tuh, nyari-nyari beasiswa kuliah di Inggris. Bilang aja di Manchester, di Liverpool kek atau di Newcastle juga gak apa deh"

Ajaibnya. Mama setuju... padahal yang aku maksud klub-klub sepak bola asal Inggris bukan nama kotanya.

Bagi yang bernasib sama dengan aku. Silahkan coba di rumah.