Kamis, 24 Mei 2012

Berbicara Dengan Seniman

Saya mengenal banyak seniman, tak secara harfiah merujuk kepada mereka yang telah memiliki nama besar atas karya-karya yang dihasilkan. Di ruang lingkup yang lebih kecil, mereka yang dekat dengan saya tentu punya sisi seni dan nyentrik yang merupakan ekspresi diri mereka.

Tak usah jauh-jauh, adik saya. Hidupnya memang untuk seni, setidaknya begitulah arti hidup menurutnya. Si ibu memang sudah menyadari sikap pembangkangnya terhadap pertauran sekolah dan mangkir dari kelas-kelas, buat orangtua panik.

Tak disekolahkan SMA, hanya mempelajari secara home-schooling, sempat membuatnya putus asa untuk meraih impian. Tapi tidak dengan saya yang memperjuangkannya agar tetap masuk kuliah dnegan memberi motivasi dan mencarikannya kampus seni, tempat orang-orang semacam dia berkumpul.

Beruntung pada saat itu, saya juga tengah berhubungan dengan lulusan IKJ. Banyak informasi yang kami dapat darinya, dan beberapa kali memberi wejangan kepada adik saya mengenai proses masuknya.

Saat ini, dia sudah berkuliah, mengecap duania pendidikan formal dengan situasi tak formal seperti yang diinginkannya. Tentunya masih dengan biaya orangtua. hehehe :p

Kemarin sore, kami sedang bersantai di rumah petak yang kami sewa di daerah Kalibata. Jika sedang tidak memiliki kegiatan, kami terbiasa bersenda gurau, mengisi kekosongan satu sama lain. Ah... kakak beradik ini...

Sadar betul, bahwa hidup saya tidak akan sesantai saat saya masih kuiah. Saya bertanya pada adik, "Apa rencanamu selama setahunatau dua tahun ke depan?"

Maksud tujuan dari pertanyaan saya adalah ingin mengetahui visi dan misi dalam hidupnya, sehingga saya merasa aman atas hidupnya yang tersusun rapi, jika suatu waktu saya membiarkannya mandiri.

Dia hanya terdiam. Cukup lama. kami masih tidur bersampingan menatap langit-langit kamar. Dan kemudian dia angkat bicara

"Oh.. Seniman itu biarkan berpikir bebas. Selama aku masih meproduksi karya aku yakin itu adalah ukuran kesuksesanku," ujarnya mantap.

Kini gantian gue yang terdiam dengan jawabannya. Dasar (sok) seniman!, ledekku dalam hati. ;p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar