Minggu, 04 Desember 2011

Malam Mingguan Bersama FimelaFest

Sabtu, 26 November 2011



Terus terang, ini baru kali pertamanya saya mendengar tentang www.fimela.com tepat di hari ulang tahunnya yang pertama, FIMELAFEST. Oh men… kemana saja saya setahun ini? -_-“

Kedatangan saya yang secara tidak sengaja ternyata tidak sia-sia. Banyak acara yang menarik selama tiga hari (25-27 Nov 2011) di atrium dan level one Grand Indonesia. Mulai dari berbagai workshop, seminar, talkshow, dll yang semuanya terangkum dan berkaitan dalam tema “Three Days of Empowerment & Lifestyle Experience.”

Awalnya, saya hanya ingin datang untuk melihat-lihat dan pulang –jika tidak ada yang menarik- Namun, perkiraan saya salah, acara ini membuat saya betah menghabiskan waktu malam minggu saya yang kelabu (curhat dikit :p).

Keputusan pertama adalah ketika saya mengikuti talkshow yang diadakan oleh Dove yang berjudul “Don’t be stupid: Know whats on his mind”. Ya, saya mengerti, dengan mengikuti talkshow semacam ini saya akan kelihatan semakin putus asa terhadap pikiran laki-laki.

Acara ini dipandu oleh Indy Barends dan tiga orang laki-laki yang akan di interogasi tentang apa isi pikirannya mengenai perempuan, Surya Saputra, Tompi dan Tities. Keseluruhan acara berlangsung menarik dan tidak membosankan terutama di bagian saat seorang pengunjung bertanya hal-hal yang menurut saya luar biasa. Seperti contohnya:
- Bagaimana mengejar wanita yang maunya dikejar-kejar mulu, kan capek.
- Bagaimana padangan Tities mengenai jatuh cinta dari mata turun ke hati.

Sebenarnya, alasan yang sejujur-jujurnya saya mau ikut talkshow ini adalah saat saya pertama kali melihat FEBRIAN sebagai pembuka acara. Saya bagai tersihir, terpesona dan berteriak labil saat dia menyanyikan everything-nya Michael Buble. Saat itu, yang terlintas dibenak saya adalah, “saya harus modusin dia buat acara di kantor nanti” dan hari itu juga saya resmi menjadi followers Febrian di twitter (entah ini kabar gembira buat dia atau tidak) :p

Lanjut ke “Writing Workshop With Plot Point”, tentu ini menarik perhatian saya tanpa perlu ditanya lagi saya selalu haus dengan ilmu yang berkaitan dengan penulisan.
Temanya, “Being a Writer: A Crisis Proof Job” boleh dikatakan sebelum saya benar-benar terjun dan mendalami dunia penulisan, saya merasakan hal yang sama dengan tema tersebut. Namun, ternyata tak hanya saya, banyak juga yang merasakan kelabilan kegelisahan dan kegalauan tentang identitas menjadi seorang penulis.

Salman Aristo banyak membagi imu terutama pengalamannya saat dia harus menentukan pilihan menjadi seorang jurnalis atau penulis skenario. Dia juga memberi saya inspirasi tentang menulis dengan mengasah mata batin. Sounds good :”)

Selepasnya dari workshop tersebut yang diadakan di Fimela House yang tak jauh dari GI Atrium. Saya kaget saat seorang lelaki berbaju seragam O’channel datang menghampiri saya dan bertanya “maaf, barusan ikutan workshop di dalam ya?”

Di dalam benak saya, “oh Tuhan, jika kau mengirimkan laki-laki yang mau modusin saya hari ini, saya berterimakasih karena dia cukup good looking tapi kenapa harus orang TV lagi ya? Gak cukup RCTI doang nih yang buat patah hati” #eaaaa

Okay, back to the topic….

Tenyata orang tersebut hendak mewawancarai saya dan menanyai mengenai beberapa hal yang terjadi di workshop tersebut. Kabar buruknya mas-masnya ternyata ga jadi modusin saya. entah mungkin sayanya terlalu kecentilan. Padahal saya sudah cukup jaim loh *sedih*

Bagaimana pun juga ini malam minggu yang terbaik dengan diri saya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar