Jumat, 22 Juli 2011

An International Treat, Ismaya Catering



Kamis, 21 Juli 2011 kemarin saya ditawari untuk menghadiri sebuah acara jamuan makan yang diselelnggarakan oleh Ismaya catering di wisma nusantara, annex building dan lebih tepatnya di Upper room.

Undangan ini ditujukan untuk atasan saya, namun karena beliau berhalangan hadir maka acara kehadirannya di acara ini diwakilkan oleh saya dan laurene, teman magang saya yang berasal dari perancis.

Berangkat dari kantor sekitar pukul 10.00 dengan estimasi waktu kami dapat hadir ke acara tersebut tepat waktu sekitar 11.30 untuk menghindari macet dan mencari-cari lokasi. dan benar saja, perjalanan dari ragunan melintasi kuningan ke arah thamrin memakan waktu hampir dua jam.

Setelah mencari-cari lokasi dan berunding dengan supir taksi mengenai letak annex building yang ternyata terletak di dalam wisma nusantara. akhirnya tibalah saya dan laurene, di sekitar pukul 12.00 dan berpikir kami telah terlambat.

Perkiraan kami salah, kami datang sebagai tamu yang pertama. makanan belum juga disiapkan. namun dekorasi yang menarik mengobati sedikit rasa kecewa kami atas acara yang kurang tepat waktu itu.

well, berhubung kami tidak diharuskan balik ke kantor lagi. saya dan laurene santai dan berkeliling melihat ruangan tempat acara berlangsung.





dalam acara tersebut mereka menyediakan banyak jenis makanan, dari awal pintu masuk kami disambut dengan booth makanan yang menyediakan nasi bakar, kemudian sushi, dan seterusnya terdapat booth-booth yang menyediakan mille feuille, crepes, soup, main course untuk makanan indonesia yang disediakan secara prasmanan, pho bho, pasta dan pizza.

dan dilengkapi pula dengan booth seperti baverages yang menyediakan minuman-minuman unik, kemudian booth wine and cocktail, booth appetizer sebagai penyedia makanan pencuci mulut yang beragam.

contoh design ruangan yang bisa diprovide untuk wedding :



Lets enjoy :)

laurene dan saya memutuskan untuk mengambil minuman terlebih dahulu sembari menunggu makanannya disiapkan. dimulai dari mengambil white wine...



laurene dan saya mencari tempat duduk, dan kami ditawarkan cupcakes yang saya sinyalir sebagai "obat kesabaran"...



akhirnya, tamu sudah mulai ramai, makanan pun sudah mulai banyak yang tersedia. berhubung saya yang sedang kelaparan, saya langsung mencari sesuatu makanan yang mengenyangkan, saya lebih memilih untuk mencoba nasi bakar.

sangat tidak beruntung setelah sedikit lama mengantri, ternyata saya kehabisan nasi bakar. beralih ke maincourse, saya mengambil sedikit nasi putih dan ayam. lumayan pedas.

masih belum kenyang saya dan laurene berkeliling mencari makanan yang sudah bisa disantap... here is...









secara keseluruhan makanannya cukup enak, terutama hingga saat ini saya masih terbayang dengan rasa yang unik dari pho bho makanan khas dari vietnam. sayangnya, saya lupa mengambil fotonya sebelum dimakan. :D

mungkin saya pulang dengan menambah beberapa kilo di dalam bobot tubuh saya. karena seperti kelihatannya, saya benar-benar lupa diri.

kami tidak mengikuti acara hingga akhir, kami memutuskan pulang di jam 15.00. setelah menuliskan komentar di sebuah post-it yang akan ditempelkan di dinding yang berisi post-it lainnya. pulangnya, kami dibekali goodie bag yang berisi beberapa informasi mengenai ismaya catering dan satu hal menarik lainnya... Cupcake :D



Terimakasih Ismaya catering ^,^

Kamis, 21 Juli 2011

Untuk Bumi yang Lebih Baik



Siapa yang tidak prihatin dengan kondisi bumi saat ini? sampah yang bertebaran di mana-mana, polusi udara yang berdampak pada kesehatan serta gangguan habitat flora dan fauna yang tentu dapat merusak ekosistem lingkungan.

Terutama di Indonesia, hal ini telah menjadi masalah sosial yang pelik. Kita hidup dalam keadaan di mana masyarakat mempunyai kebiasaan “serba buang”. Dan telah menjadi suatu kemakluman jika masyarakat secara homogen menjalankan gaya hidup praktis, “ beli, sekali pakai dan buang.”


Dengan keadaan seperti ini tak heran jika kita turut andil dalam perusakan lingkungan. Penggunaan dan konsumerisme kita terhadap penggunaan barang sekali pakai menyumbang sampah sekitar 0,8 kg/hari setiap orangnya. Sehingga Jakarta mempunyai sampah yang diakumulasikan mencapai 6000 ton/hari. Dengan demikian, Indonesia memiliki sampah hampir 176.000 ton/hari. Lantas bagaimana dengan sampah di Indonesia selama seminggu? Setahun?


Kurangnya perhatian dari setiap individu berpengaruh besar terhadap penimbunan sampah tersebut. Dengan kepadatan penduduknya, sampah yang dihasilkan Jakarta hinga 2,2 juta dalam kurun waktu setahun. Dan hal tersebut di analogikan dapat membangun sebuah candi Borobudur yang berisi sampah. Mengerikan.

Kenali Sampahnya


Penggunaan plastik untuk berbagai keperluan sudah menjadi hal yang sangat lazim dan erat kaitannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari pembungkus makanan, wadah air minum sekali pakai, dan beberapa kepentingan lainnya seperti bahan baku kemasan, tekstil, bagian-bagian mobil dan juga alat-alat elektronik.

Semenjak maraknya supermarket di kota-kota besar, lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia, setiap tahunnya. Sedangkan plastik termasuk salah satu jenis sampah yang berbahaya dikarenakan membutuhkan waktu 1000 tahun untuk menguraikan secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.

Sampah plastik yang proses pembakarannya tidak sempurna dan tidak menggunakan teknologi tinggi akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan, plastik akan mengurai di udara sebagai senyawa yang disebut dioksin. Senyawa ini dapat terbentuk pada pembakaran dengan temperatur yang rendah.

Dioksin dapat menimbulkan kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, memacu depresi dan juga dapat bertindak sebagai pengacau hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi. Selain mengakibatkan penyakit tersebut, dioksin mempengaruhi kemampuan belajar oleh anak yang sangat peka terhadap pencemaran udara.

Saya sedang menjalani “Gaya Hidup Hijau”. dimulai dengan hal terkecil seperti membawa tempat minum dan makan di kantor.



Sekarang giliran Anda :)

Rabu, 20 Juli 2011

antara palestina, kopaja, pelupa dan tukang tidur

penyakit lupa saya sepertinya semakin lama semakin kronis. bagaimana tidak kalau saya pernah meninggalkan kertas ujian take home saya disaat mau dikumpulkan pada sore itu, padahal saya sudah di kampus dengan niat mengantarkan tugas ke sekre. alhasil saya kembali ke rumah lagi dan kembali ke kampus dengan bercucuran keringat karena lari-larian di kejar waktu (plis, jangan bayangkan tubuh gempal saya yang berguncang-guncang karena berlari :P). tapi saya tidak akan menceritakan tentang kejadian itu lebih dalam.
sesuatu yang lebih luar biasa dari itu, menyangkut orang lain dan merugikan pihak yang terkait.

hari itu (saya lupa tepatnya kapan) saya dan tante saya mengikuti aksi damai tentang palestina. ini merupakan pengalaman pertama saya, selain karena topiknya yang menarik. saat itu saya memang sedang dekat dengan seseorang (aksi terselubung ceritanya, haha) yang mencintai palestina dengan teramat sangat. menjadi salah satu interest saya lah palestina semenjak saat itu.

saya dan tante saya mengenakan pakaian yang muslimah begitu juga dengan semua yang menjadi partisipan, menambah nuansa islami yang mewarnai hari indah itu. suasana disana terasa sangat damai namun berkali-kali saya di buat merinding. orasi-orasi yang membahana sukses membuat saya beberapa kali menitikkan air mata dan memikirkan bagaimana nasib saudara kita sesama umat manusia dalam kondisi genting seperti sekarang ini. berjalan dari monas ke bundaran HI dengan semangat dan harapan, serta bersama-sama mendoakan bahwa aksi damai kali ini juga dapat membawa perdamaian di palestina.

sepulang dari aksi tesebut, saya dan tante saya mampir sebentar ke blok m untuk melaksanakan sholat maghrib. berkeliling (cuci mata boo,namanya juga perempuan), makan dan melaksanakan sholat isya. seusainya kami bergegas untuk pulang. alternatif satu-satunya saat itu yang ke arah depok hanya naik kopaja 63 (sebelum saya mengenal 143) yang padet nya minta ampyuuun cin..

alhasil kami menemukan kopaja yang 'lumayan' sepi untuk ukuran 63. kami duduk terpisah. awalnya si tante duduk tepat di belakang saya. tapi ntah karena maksud apa dia malah berpindah tempat duduk ke bagian paling belakang kopaja. tapi ya sudah lah pikir saya.

selama di perjalanan penumpang nya semakin bertambah, semakin sesak kopajanya dan saya semakin sulit mengambil nafas. dan naiklah seorang ibu hamil, berjalan ke dalam kopaja dan mulai terhimpit dengan orang banyak. dia sedikit jauh dari saya. tetapi di samping di tempat ibu tersebut berdiri, wanita muda berjilbab duduk. saya kira dia akan memberikan tempat duduknya, hampir 10 menitan berlalu, namun tidak juga. saya sedih sekali melihat ke apatisan saudara saya. yah, saya tidak mengerti apakah dia tidak melihat atau memang tidak mau melihat kondisi ibu tersebut. lantas saya mengambil tindakan dengan memanggil ibu tersebut dan menuntunnya duduk di tempat duduk saya (walau sempat beberapa kali ada orang yang hendak medudukinya).
saya berdiri tepat di depan ibu tersebut.

selama berdiri, saya mulai mengkhayal (salah satu kebiasaan buruk).
saya masih berfikir tentang keapatisan masyarakat dewasa ini, apakah karena kejamnya hidup membuat orang menjadi lupa akan nilai-nilai kemanusiaan ? mengapa orang tidak berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan ? mengapa bangga dengan kemunafikan yang kalian perbuat ? apa benar sulit untuk menemukan orang tulus jaman sekarang ?
lalu kembali saya melihat kondisi ibu tersebut...
kemana suami ibu ini ? mengapa dia naik kopaja ? apa hidupnya susah ? derita apa yang dia alami saat ini ? lantas bagaimana jika ibu tadi adalah saya, yang sedang hamil, naik kopaja karena susahnya hidup. apakah masih ada yang mau menawarkan tempat duduk nya buat saya ?
saya masih terus berkhayal... (bahkan ketika saya sudah mendapat tempat duduk lagi dan hampir mendekati komplek perumahan)
apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya ? saya akan terus berjuang untuk kebahagiaan hidup saya dengan menjadi seseorang yang sukses dan membahagiakan orang tua saya. yang jelas saya tidak akan menikah terlebih dahulu sebelum saya meraih kesuksesan dengan tangan saya sendiri.
saya mengakhiri khalayan saya dan tersadar bahwa saya harus turun.
lalu saya menghentikan kopaja dengan memberikan tanda berupa beberapa ketukan di langit-langit kopaja.
saat saya sedang berjuang melangkah turun di tangga turun terakhir, saya baru ingat satu hal.
saya berusaha memberi tahu si abang kenek.
tapi yang keluar dari mulut saya hanyalah
"bang... eh.. bang"
si abang malah ngomong
"nah neng hati-hati yah kalo turun liat kiri kanan" *si abang sok perhatian -____-
saya masih terpaku, si kopaja perlahan melaju..
saya diam memandangi kopaja, berharap ada yang menyusul keluar.
namun ternyata tidak, saya berusaha berlari kecil, melihat, dan berharap kopaja berhenti.
tiba-tiba saya mendapat kekuatan berteriak
"EH TANTE SAYA MASIH DI DALAM BANG"
namun sepertinya semua sudah terlambat...
kopaja sudah melaju terlalu jauh. sekarang saya makin bingung. apa yang harus saya lakukan. apalagi mengingat tante saya tidak memegang dompet dan handphone karena dititipkan pada saya.
saya mulai senyum-senyum sendiri, memutuskan untuk berjalan masuk ke komplek dan pulang.
ternyata dari tadi, pak satpam *nggak tau sapa namanya,sudah melihat adegan lari-lari kebingungan di tengah jalan dan kemudian bertanya kepada saya ?
"knapa neng ?" tanyanya
"TANTE SAYA KETINGGALAN PAK DI KOPAJA" ujar saya terengah-engah
*pak satpam terbahak-bahak
"lah neng kok bisa ? ga di telpon ?" *masih tertawa
"HP nya sama saya pak, dia ga megang duit juga karena semuanya di tas saya. dia cuma megang dvd bajakan MY NAME IS KHAN pak" *dengan tampang panik
si bapak malah tertawa-tawa.
tampaknya si bapak tidak mebantu sama sekali. lalu saya pulang ke rumah berharap medapatkan solusi dari saudara-saudara yang lain.
saya menceritakan kejadiannya...
dan mereka TERTAWA JUGA !
saya gundah gulana (halah) mengingat tante saya bisa saja ngamuk seperti banteng ketika dia pulang.

kurang lebih setengah jam berlalu...
akhirnya tante saya pulang dengan tertawa-tawa (menertawakan dirinya sendiri sepertinya) dia mengatakan dia sudah tertidur dengan lelapnya di dalam kopaja dari awal dia mulai duduk di bagian paling belakang kopaja.
haduuuuuuuuhhhh....
tetapi dia tidak marah sama sekali dengan kelupaan saya sehingga meninggalkanya di kopaja, karena ini merupakan tindakan konyol kami berdua.
BEGINILAH JADINYA KETIKA PELUPA BERTEMU DENGAN TUKANG TIDUR

Jumat, 15 Juli 2011

Seminar Perhumas: Manajemen Reputasi, Tantangan Negara dan Korporasi Indonesia



sebelumnya saya tidak pernah mendengar tentang apapun mengenai Perhumas, ya... padahal saya adalah mahasiswi komunikasi jurusan hubungan masyarakat (humas) sudah seharusnya saya cepat tanggap terhadap perhumas yang merupakan wadah organisasi tempat bernaungnya humas-humas perusahaan (Perhumas) dan mahasiswa jurusan humas (Perhumas Muda)

berawal dari ajakan teman di kantor tempat saya magang, saya diminta untuk ikut membantu sebagai Perhumas Muda yang turut menjadi panitia dalam acara yang diselenggarakan oleh Perhumas. yaitu sebuah Seminar Nasional dengan judul Manajemen Reputasi: Tantangan Negara dan Korporasi Indonesia dan di hari yang sama ( 16 Juni 2011)

saya sudah menginap di Hotel sultan (tempat acara diadakan), dari malam sebelum acara Seminar tersebut dilangsungkan. bersama teman-teman Perhumas Muda lainnya, kami mendapat dua kamar terpisah untuk laki-laki dan perempuan.

pada seminar itu, saya diminta untuk bertugas sebagai LO. awalnya saya berpikir saya akan berurusan dengan seseorang dan mengurusi semua kepentingannya seperti tugas LO pada biasanya.

well, sepertinya semua tidak terwujud. saya kehilangan arah komando. bahkan yang memberi saya perintah juga turut bingung. dan sesuai inisiatif, saya dan temen saya hanya bertugas sebagai penyambut tamu dan mengantar tamu ke kursi yang kosong.

selama sesi berlangsung, tentu saya ikut juga mendengarkan dan belajar. apalagi mengingat biaya seminar ini cukup mahal untuk ukuran mahasiswa seperti saya. sudah menjadi keharusan untuk mengambil keuntungan semacam ini :D. beberapa presentasi menarik yang sempat saya ingat, adalah dari Telkomsel,Aqua dan Pertamina.

secara keseluruhan presentasi yang lain juga menarik, mereka membecirakan tentang tantangan yang pernah di lewati dari suatu perusahaan. bagaimana cara menyelesaikannya, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan "kerjaan humas perusahaan"

sambil bekerja sambil belajar, saya turut mengumpulkan slide-slide dari pembicara pada seminar. dan dalam acara ini peserta dan panitia juga kebagian buku secara gratis. buku ini berisi tentang indonesia dalam headline, maksudnya adalah berbagai permasalahan yang dihadapi indonesia serta pemberitaan yang muncul di media.

ini kali pertama juga saya mengikuti Munas, segalanya temapak menarik dan menegangkan. berbagai pihak mengeluarakan pendapatnya. awalnya saya takut akan terjadi semacam pertengkaran, namun ternyata semuanya berjalan dengan lancar dan baik-baik saja. tujuan dari Munas Perhumas ini adalah untuk melakukan pemilihan ketua umum Perhumas periode 2011-2014. dan pemenangnya adalah Ibu Prita Kemal Gani.



The Extras

hal lain yang saya dapat dari acara ini adalah, saya bertemu dengan berbagai profesional dari perusahaan. tentu saya belajar banyak tentang menjaga citra atau reputasi termasuk how to speak with the professional :)

mengira saya adalah salah satu Perhumas yang telah lulus kuliah atau sedang bekerja. beberapa kenalan saya pada acara tersebut mewakili perusahaannya menawarkan saya bekerja disana.

its so fun :)

Rabu, 13 Juli 2011

GCC Youth Camp 2011, Bring me back to life :)


Mengutip kata-kata dari nita, salah satu teman serumah saya semasa GCC Youth Camp di lembang.
GCC Youth Camp 2011 “bring me back to life”

hal serupa yang ikut saya rasakan

GCC Youth Camp 2011, membawa saya ke dunia yang baru. Saya belajar banyak tentang segala hal disini. Semua dari hal yang paling mendasar, ilmu yang berkaitan dengan kepribadian diri sendiri, orang-orang dan lingkungan di sekitar kita, hingga ke detail cara untuk membuat suatu perubahan tersebut.

Semua perubahan itu dimulai dari diri kita, mencintai diri sendiri adalah satu bentuk bukti bahwa kita merupakan pribadi yang dapat diandalkan. Tentu saja, setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Tetapi bagaimana cara untuk dapat merubah diri kita menjadi pribadi yang positif dan menginspirasi orang banyak tanpa harus minder dengan kekurangan yang kita miliki adalah sebuah nilai plus. Tidak akan mungkin seseorang dapat mencintai orang lain, jika dia tidak mencintai dirinya sendiri.

Adanya perhatian dan rasa simpatik kita terhadap hal-hal lain yang diluar dari kepentingan diri kita sendiri merupakan tahap awal dimana kita tanggap terhadap isu-isu sosial. Banyak permasalahan yang terjadi di dunia ini, semuanya akan terasa kompleks ketika semua orang hanya berpikir tentang dirinya saja.

Beberapa diantara kita tinggal dalam zona yang nyaman, tempat tinggal, makanan, sekolah, lingkungan dan keluarga yang baik. Terkadang kita memang lupa bersyukur, dan kemudian berpikir… melihat kenyataan bahwa masih banyak orang yang memiliki nasib tidak seberuntung kita. Dan kita tersenyum.

Sudah seharusnya kita marah. Karena berpikir saja tidak pernah cukup, permasalahan tersebut merupakan tantangan buat kita. Bagilah senyum kita untuk mereka, untuk bumi.
Mari lakukan perubahan dimulai dari hal terkecil yang kita bisa lakukan 

New friends


di kantor Mercy Corps, Sebelum berangkat ke lembang

Ada satu hal baru yang saya dapat sebagai GCC leaders untuk masa bakti 2011-2012. Sesuatu yang menjadi sebuah pengalaman berharga yang tidak ternilai, saya bertemu dengan teman-teman leaders hebat lainnya.

Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Saya bukan termasuk orang yang cepat akrab. Ketika pertama kali berada di tempat tersebut, saya merasa aneh. Tak banyak yang dapat saya kerjakan karena sifat saya yang seperi ini.

Awalnya pun saya kira pertemanan ini hanyalah sebagai formalitas selama 5 hari saja. Namun atmosfer keakraban dan keramahan begitu kental terasa menjelang beberapa hari terakhir.


narsis ketika makan :D


saat break makan siang atau malam, biasanya para leaders bermain tebak-tebakan :)

Mereka berpikir dengan kritis ketika bekerja bersama kelompok, bermain dan menghabiskan banyak waktu bersama ketika break makan, sholat dan waktu istirahat.
Well, saya benar-benar merasa enjoy disini. Saya merasa seperti berada di rumah sendiri.




salah satu games, yang dimainkan sebelum sesi dimulai



dengan kelompok kecil saya, membangun GCC building :p


dengan kelompok besar (sebelum diubah)

Di hari terakhir, saya benar-benar merasa sedih karena harus berpisah tinggal dengan teman-teman yang hebat seperti mereka. Untuk malam terakhir kami bersama, para leader melalui kelompok yang telah dibentuk diharuskan menampilkan sesuatu pada malam talent show.

Syaratnya adalah, pesan yang disampaikan harus jelas dan haruslah menghibur. Kelompok saya mendapat tema yang menarik untuk dipertunjukkan “human rights and gender”. Kita memutuskan untuk membuat suatu pertunjukan drama kecil-kecilan.


with rian, di dalam drama dia menjadi pacar saya yang ternyata gay


masih dalam drama :p

Meskipun drama kami bukanlah yang terbaik, namun tanpa disangka, drama tersebut membawa saya sebagai the most talented pada malam itu. Para juri atau kakak fasilitator mengaku kesulitan mencari pemenangnya. Sebagai hadiahnya saya mendapat sebuah bingkisan yang ternyata berisi sebuah buku yang sudah lama saya impikan untuk dibeli. Yaitu, 1 perempuan 14 laki-laki.


wohooo... i got the prize !!

seusai pertunjukan, sebelum pengumuman pemenang dan renungan kebersamaan selama beberapa hari ini. seperti biasa kami menghabiskan waktu untuk banyak bermain, bernyanyi dan yah... menari ! saya merasa seperti sedang berada di camp rock :p


haha, break the rules :d

Anyway, saya memiliki kelompok yang hebat, mempunyai teman serumah yang lucu-lucu dan keseluruhan teman yang ramah.


bersama kelompok kecil, di hari terakhir


bersama kelompok besar (sesudah diubah) yang juga kelompok drama :)

and then, this is the whole leaders batch 1 :


Leaders ? I'm the change

Tempatnya

Villa Air - Lembang, 4-8 Juli 2011




its amazing place, isnt it ?



foto : koleksi pribadi dan dari berbagai sumber yang saya dapat di facebook. thank youuuu :D

Jumat, 01 Juli 2011

Ibuku yang kuat

Pekerjaanku selalu menuntutku untuk pulang malam, larut malam atau bahkan hingga pagi.

Demikian juga dengan hari ini yang memaksaku harus pulang pada jam sebelas malam. Bukan waktu yang wajar untuk seorang pekerja kantoran, bagiku ini suatu hal yang biasa atau sengaja aku biasakan disaat umurku yang masih muda, energik dan bersemangat seperti sekarang.

Aku ingin meraih kesuksesan . beberapa memang terlupakan. Aku sadar benar hal itu terkadang terjadi. Semua itu aku lakukan untuk keluargaku, aku dan masa depanku. Aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. Setidaknya, ini menurutku.

Aku memasuki rumah. Sunyi dan senyap. Aku tinggal berdua saja dengan ibuku. Kakak-kakak ku sudah menikah dan sukses. Ini pula lah yang menjadi cambukan buatku. Agar aku terpacu menjadi anak yang juga ingin dibanggakan.

Aku melihat jam. Ibu pasti sudah tidur. melihat keadaan rumah yang begitu sepi, aku merasa kurang akan suatu hal. entah apa itu.
Aku merebahkan diri sebentar di kursi yang ada di ruang tamu, pikiranku lega mengingat besok adalah hari sabtu. Yang berarti aku dapat beristirahat satu harian di rumah.

Mataku langsung tertuju pada album foto serta foto-foto yang berserakan di atas meja.

“tumben sekali ibu tidak merapikan foto-foto ini” batinku

Aku telah berulang kali melihat album itu, aku ingin membuka kembali album foto itu.

Tapi aku dan tubuhku seperti tidak sedang kuasa untuk bercengkrama dengan masa lalu.
Aku berlalu masuk ke kamar, dan mengabaikannya

***

Usapan lembut telah membangunkan aku di sabtu pagi ini. pelan-pelan kubuka mataku, kulihat ibu yang sedang duduk disampingku.

“kamu mau kemana hari ini dek ?” bisiknya dengan perlahan

“aku ada janji ma, sama temen-temen aku” jawabku dengan nada yang masih setengah mengantuk mengisyaratkan aku ingin istirahat lebih hari itu.

lama ibu menjawab kembali,
“oh yaudah, mama udah siapin sarapan ya di meja makan”

“iya ma” ujarku memutar badan membelakangi ibu, melanjutkan tidurku.

Ibu berlalu pergi, menutup pintuku dengan perlahan seolah mengerti sekecil apapun suara yang ditimbulkan oleh pintu itu dapat menganggu kenyenyakan tidurku.

***

Aku sengaja bangun lebih siang hari ini. sabtu dan minggu adalah alasan satu-satunya aku dapat beristirahat cukup di rumah, mengobrol dengan teman dan bertemu dengan kekasihku. Semua sudah sesuai jadwal, meski aku bukan orang yang perfeksionis tapi semenjak aku bekerja, aku sudah mengatur sedemikian rupa untuk berbagai kegiatanku.

Aku termasuk orang yang giat bekerja, ambisius lebih tepatnya. Senin hingga jumat aku kerahkan seluruh energi ku untuk mencapai hasil maksimal dalam bekerja.

Untuk lelaki seumuranku, aku sudah terbilang sukses. Atau paling tidak aku punya semangat untuk meraih semua kesempatan yang ada. Tak heran, banyak teman-temanku yang kagum padaku.

***

Aku berencana merapikan kamarku yang berantakan sebelum aku pergi nanti siang.
Sekitar jam setengah sepuluh, aku memutuskan untuk meninggalkan empuknya tempat tidur dan bergegas merapikan tempat tidur.

Kuraih handuk yang tergantung di balik pintu, aku ingin segera mandi, sarapan dan bertemu dengan teman-temanku.

Keluar kamar, sebelum menuju kamar mandi aku melintasi ruang tamu tempat aku beristirahat sebentar tadi malam. Aku masih melihat album-album yang berserakan diatas meja, foto-fotonya pun masih dalam keadaan yang berserakan.

Aku tahu ibu adalah seorang yang rapih. Apakah hal ini luput dari pandangannya saat ini ?

Aku menyampiri meja tersebut, mengurungkan niatku sebentar untuk mandi.

Aku meraih album-album tersebut. Aku tergoda membuka album yang pertama. Ditumpukan paling atas, yang terbesar dan berwarna putih.

Wajahku tersenyum, foto pernikahan ayah dan ibu. Terlihat jelas sekali wajah bahagia mereka. Ibu berulang kali menceritakan tentang hal ini padaku. Aku sampai hafal betul cerita dari foto per foto. Biasanya ibu selalu antusias menceritakan bagaimana proses ayah mengejar cinta ibu.

Ibu adalah kembang desa dulunya, wajah cantiknya masih bersisa dibalik kerutannya hingga kini. Dan aku tahu, ayah juga tipe pejuang sejati, meski beberapa kali ibu menolak diajak jalan. Akhirnya ibu luluh juga.

Sayangnya, pernikahan mereka tidak berlangsung lama. Kisah ini tidak semulus dan seindah kisah sewaktu mereka pacaran. Ayah meninggaalkan ibu, untuk alasan ter absurd yang pernah aku dengar.

Ibu berjuang sendiri, membesarkan ketiga anaknya. Aku dan kakak-kakakku.

Ibu adalah wanita tertangguh yang pernah aku kenal. Sekalipun ayah menyakiti hatinya, sama sekali dia tidak pernah mengajarkan kami untuk membenci ayah.

Aku membuka halaman album foto selanjutnya, ada foto ketika kakak-kakakku dan aku yang masih bayi. Semuanya terlihat polos, suci dan rapuh. Dan disaat itu aku sadar dalam keadaan kami yang sedemikian rapuh, hanya ibu… hanya ibu tempat kami berlindung.

Tanpa pernah tahu masalah terberat apakah yang sedang terjadi pada ibu.

Aku bangga pada ibu. Aku rindu masa-masa itu… saat aku tak pernah tahu apa yang terjadi di keluarga kami. Aku begitu riang gembiranya, aku selalu percaya saja tentang perkataan ibu yang selalu menyampaikan kabar bahwa ayah sedang bekerja di luar kota.

Aku juga kangen kakak-kakak ku yang selalu ikut serta melindungku, mereka tahu… belum saatnya aku untuk tahu masalah yang kami hadapi.

Aku menutup album pertama itu, album terindah dalam hidupku. Aku masih menyimpan rasa haru dalam hatiku.Tentang kenangan yang membentukku hingga aku menjadi "aku" pada hari ini dan tentang ibu sosok yang kuat.

Aku membereskan album-album itu. Menumpuknya dengan rapih. Aku tak berniat membuka album lainnya yang berisi foto-foto baru, aku hanya ingin bernostalgia.

Sedari tadi ada hal yang lebih menarik yang menjadi pusat perhatianku, foto-foto diluar album diatas meja yang berserakan… ada yang tebalik ada yang terbuka…

Kukumpulkan satu persatu… kususun… kurapihkan.. sambil kulihat-lihat…

Semuanya fotoku… kuperhatikan lembar perlembar… tidak ada yang lainnya…
Tidak ada foto kakak-kakakku… hanya aku…

foto-fotoku masih bayi … balita, masuk sekolah SD, SMP….

Beberapa kulihat fotoku berdua bersamanya…

Ada apa ini sebenarnya ? ibu sedang membenahi fotoku… mengeluarkannya dari album kemudian membiarkannya berserakan diatas meja…

Tanpa sengaja aku mulai merasakan air membasahi ujung mataku, hatiku tertegun…

Ibu kangen denganku…

Aku anaknya yang selalu ditemuinya setiap hari, namun aku selalu tak punya waktu cukup untuk berbagi canda dan bahagia dengannya di akhir pekan.

Aku meraih satu foto…

Foto aku yang berumur sekitar lima tahun, duduk di samping ibu yang sedang mengenakan pakaian formal, di kantor.

Nasib yang mengharuskan ibu untuk bekerja, ibu harus menghidupi anak-anaknya sendirian, ibu harus menjadi benteng pelindung terhadap anak-anaknya sedangkan saat itu dia sedang dihujat dunia, kami di benci keluarga.

Ibuku yang kuat selalu menyempatkan diri disela-sela waktunya untuk memberi perhatian semaksimal mungkin padaku, mengingat aku harus hanya merasakan kasih sayang tanpa seorang ayah. Dia bekerja dan dia mengurusku.

Membawaku sesekali ke kantornya, bercerita pada teman-temannya betapa membanggakannya aku, betapa menggemaskannya aku dan betapa kuatnya aku. Aku yang sama sekali tidak mengerti maksud ibu apa, memahaminya dengan betul sekarang.

Aku telah salah. Banyak salah. Aku dengan tega sering mengabaikannya. Terkadang berpikir seolah menenangkan diri bahwa ibuku masih ibu yang kuat, ibu yang bisa mengurus segala hal dengan sendiri.

Aku telah lupa sebagaimana keras dia membuat hidupku bahagia. Aku telah lupa,bahkan kakinya sekarang sudah tidak dapat menopang cukup kuat untuk berdiri berlama-lama.

“Anak macam apa aku, Tuhan ?”

Aku berteriak, berontak di dalam hati. Aku menangis teriris sejadi-jadinya. Inikah balasanku ? inikah caraku membuat dia bahagia ? materi tak akan cukup membuat dia bahagia, waktu kesepiannya, penantiannya setiap malam sebelum pulang, tak pernah terbayar olehku.

Sesekali saja dia memintaku untuk bergantian memberinya perhatian seperti dia memanjakan aku dulunya. Bahkan tak pernah aku penuhi.
Aku meletakkan kembali foto-foto yang telah menyadarkan aku,
bagi ibuku…

aku tetap anaknya yang polos, jujur dan kuat. Meski aku berubah menjadi dewasa….


Tulisan diatas terinspirasi dari Ronny Marchiano

Saat melihat masa kecil kita difoto, kaya ngaca sama diri sendiri betapa lucu dan polosnya kita waktu itu. Tanpa kita sadari masa telah lewat dan tanpa kita sadari pula kita sering kali melupakan kasih sayang ortu terutama ibu yang telah membesarkan kita sampai saat ini. - Ronny